selebriti meja hijau

Posted on November 21, 2009 by rain-ger.
Categories: Uncategorized.

beberapa waktu belakangan ini, media kita baik cetak maupun elektronik, sedang gencar-gencarnya menyoroti proses peradilan di Indonesia. kasus 2 pimpinan non aktif KPK serta persidangan kasus pembunuhan Nasrudin yang melibatkan Antasari Azhar yang juga orang KPK, menjadi suguhan sehari-hari. tiap hari wajah orang-orang yang bersinggungan dengan kasus tersebut muncul di TV layaknya selebriti dan fotonya terpampang dikoran bahkan di tabloit gossip.

tentang proses hukum yang terjadi sudah banyak yang membahas dan mengomentari, bahkan jutaan orang berbodong-bondong menyuarakan dukungan via dunia maya. mengingat blog ini adalah blog berisi hal-hal gak penting, maka postingan kali ini juga sama tidak pentingnya. (gaya-gayaan saja  pengantarnya proses peradilan ketua KPK). kalau diperhatikan, selama proses hukum yang dijalani para ketua KPK ini hal tidak penting tapi menarik dilihat adalah penampilan para terdakwa dan para saksi terutama dalam persidangan pembunuhan Nasrudin. seolah sadar bahwa semua mata tertuju pada mereka lewat layar kaca, internet ataupun media cetak, para terdakwa dan saksi tiap kali pergi ke persidangan nampak sangat well prepare penampilannya. lihat saja antasari Azhar yang selalu berbatik rapi dan Indah. simak saja foto dibawah ini yang berasal dari bidikan kamera para wartawan berbagai media di Indonesia

batik hitam putih saat sidang pertama, ini juga OK

batik hitam putih saat sidang pertama, ini juga OK

penampilan antasri tanggal 15 oktober 2009 (batiknya keren kan?)

penampilan antasri tanggal 15 oktober 2009 (batiknya keren kan?)

batik yang digunakan pada 22 oktober (sekali lagi tampak rapi dngan batik)

batik yang digunakan pada 22 oktober (sekali lagi tampak rapi dngan batik)

saat mendengarkan kesaksian 12 November 2009. curiga ada yang jadi

saat mendengarkan kesaksian 12 November 2009. curiga ada yang jadi

saat memenuhi panggilan tim 8 (dari semua batik yang dipaki paling suka yang ini nih aku)

saat memenuhi panggilan tim 8 (dari semua batik yang dipaki paling suka yang ini nih aku)

bagaimana dengan penampilan para saksi? nah yang paling menarik adalah istri-istri nasrudin, well prepare untuk ke pengadilan. sempat dandan dulu sebelum bersaksi atas kematian suami mereka. masa berkabung suah lewat.

istri pertama nasrudin (saksi), nampak biasa-biasa saja

istri pertama nasrudin (saksi), janjian pake batik dengan Antasari azhar nampaknya

istri kedua nasrudin (mungkin setelah sidang ia hendak menghadiri acara lainnya. dandannay niat tampil di TV)

istri kedua nasrudin (mungkin setelah sidang ia hendak menghadiri acara lainnya. dandannay niat tampil di TV. stocking hitamnya itu lho he.he..)

rani Juliani (saksi). fully make up

rani Juliani (saksi). fully make up

itu saja sementara postingan tidak penting kali ini. nampaknya persidangan masih akan berlanjut, kita nanti saja bagaimana hasilnya. sambil mengikuti kasusnya untuk lucu-lucuan perhatikan juga penampilan para saksi dan terdakwa, yang sekarang ini bisa dibilang sebagai selebritisnya meja hijau di Indonesia.

sumber Foto

Kompas.com

tempointeraktif.com

detiknews.com

senyaman mobil pribadi

Posted on November 3, 2009 by rain-ger.
Categories: corat-coret.

senin pagi ceritanya pergi ke Bandung dari Nagor. pas lagi nunggu-nunggu damri Tanjung Sari-Kebon Kalapa, eh tiba-tiba dikejauhan nampak Bis damri AC, sempat bingung mengidentifikasi Damri tadi. akhirnya setelah berjarak 10 meter baru ngeh bahwa Damri dimaksud adalah damri Tanjung Sari-Kalapa, mulanya malah kukira Bis Damri Bandung-Kuningan yang setiap hari memang melintasi jalanan jatinangor. sempat terkejut melihat kedatangan bis tadi, pasalnya selama ini Bis Damri jurusan Tanjung Sari-Kalapa semua armadanya super butut. bangkunya keras, non AC, body peyot-peyot mirip kaleng rombeng, asapnya hitam kelam dan jalannya kayak keong alias super pelan. kalo kata kernet damri disebutnya “bis kumel”. he..he..

ternyata, sejak ahad lalu, beberapa armada bis Damri Tj Sari-Kalapa diganti dengan yang ber AC. berdasarkan pengalaman menaikinya kemarin, jelas armada baru ini jauuuhh lebih nyaman. seat 2-2 dan empuk, so luas, leluasa dan nyaman, AC lumayan dingin. kalo dilihat-lihat kog mirip Bis Damri yang biasa gwa naikin kalo pulang kelampung, hanya saja yang ini gak reclining seat. sopir dan kernet rapi, bersih, dan gak bau asem, secara sergamnya kemeja putih bersih plus dasi. kalo gak bersih pasti mencolok bangetkan? berhubung masih baru, banyak penumpang yang tidak tahu bahwa Damri tanjung Sari- Kalapa ada yang AC, banyak yang terbengong-bengong dulu hingga beberapa saat hingga akhirnya memutuskan naik, itupun setelah kernetnya teriak-teriak menyebutkan jalur yang dilaluinya, hanya separuh saja kursi terisi penumpang kemarin pagi.berhubung belum setua armada yang lama, jalannya juga lumayan kenceng niy, perjalanan jadi terasa singkat.

saking nyamannya niy Bis, dibandingkan dengan armada lama tentu saja, sampai-sampai ada teteh-teteh duduk didepanku, sempat-sempatnya pasang roll rambut diponinya yang tebal, dan  tertidur nyenyak sampai tujuan. dalam hati gwa, mungkin niy teteh merasa Damri AC ini nyaman banget serasa Mobil Pribadi. he..he.. gwa yakin kalau si teteh naik yang non AC pasti dia gak akan berani deh pasang Roll rambut diponinya. ohya, beberapa jalur yang dilalui juga sedikit berbeda dengan yang ekonomi, kalau yang ekonomi stop di kebon Kalapa, kalau yang AC cuma berhenti sebentar untuk check poit gak pake ngetem lama, langsung jalan ke dewi sartika, kebon kawung, terus gak inget jalan apa lagi, lalu jalan ahmad dahlan, terus tembus di hotel Horison, buah batu, lalu sukarno-Hatta. untuk ongkos, hanya selisih Rp 1.200 saja dengan yang non AC, alias cuma Rp 5.000. untuk kenyamanan dan kecepatannya siy, mendingan naik yang AC. cuma beda dikit. buat yang suka naik motor atau mobil pribadi, gwa saranin mending naik Damri AC ini aja deh. nyaman juga kog, gak perlu capek-capek nyetir dah ada yang nyetirin, mau nyandar sampai tertidur pulas bisa, hemat pengeluaran untukbahan bakar sedikit banyak kita jadi turut mengurangi emisi karbon kan, buat yang suka naik motor yang jelas gak akan kepanasan atau kehujanan. dan kalau semakin banyak yang bralih ke angkutan umum, kemacetan di Bandung bisa berkurang, dan waktu tempuh lebih singkat, produktifitas meningkat.

semoga saja layanan Damri Makin Baik hari-kehari sehingga makin banyak pengguna kendaraan priadi yang beralih ke Angkutan umum macam Damri ini. beneran deh ya, bandung tuh dah jenuh banget dengan kendaraan pribadi, week end pun macet. udaranya juga makin tidak bersahabat, panas dan penuh asap kendaraan diamana-mana. jadi mendingan pakai angkutan umum masala aja deh.

my “new mother”

Posted on October 28, 2009 by rain-ger.
Categories: corat-coret.

Sejak beberapa bulan terakhir ini aku pindah kos, ingin ganti suasana ceritanya sekalipun sebenarnya masih betah dikosan yang lama. Kosan sekarang aku memilih kamar yang menyatu dengan rumah ibu kos, tinggal bareng ceritanya. Kebenaran memang ibu kosku ini hanya tinggal dengan dua anak perempuannya,tidak ada penghuni laki-laki dirumah beliau ini; sehingga bisa sedikit leluasa lepas kerudung dikosan. Ibu kosnku yag sekarang ini adalah seorang pensiunan pegawai pos, belum terlalu sepuh, sekalipun rambut sudah memutih semua tapi masih Nampak sehat, lincah dan aktif. Setelah tidak lagi bekerja, beliau lebih banyak menghabiskan waktu mengurus kosan, tanaman kesayangannya yang seabrek dan aktif pengajian dan ibadah.

Yang aku kagumi dari beliau adalah kebiasaannya beliau tidak menyia-nyiakan sesuatu. Dikosan ini semua barang tidak ada yang dibuang percuma, bahkan sampah sekalipun. Botol-botol bekas, kertas, kardus dan barang plastic lainnya beliau kumpulkan untuk dijual kepada tukang rongsok, sedangkan sampah lainnya dibakar ditempat pemakaran khusus dan abunya dimanfaatkan untuk menanam bunga. Air bekas mencuci piringpun tidak terbuang begitu saja, beliau tampung dan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Kadangkala ketika beliau masak nasi dimagic com, dan ternyata bersisa, nasinya tidak beliau buang langsung ke tong sampah, tapi dijemur hingga kering dan setelah terkumpul banyak beliau olah lagi menjadi kerupuk nasi yang enak. (pernah dibagi soalnya he..he. J).

Oh ya sekalipun mata beliau sudah tidak lagi normal, tapi beliau masih rajin membaca. Koran adalah bacaan wajib tiap pagi. Sebulan sekali bahkan ada tukang buku langganan beliau yang datang mengantarkan buku pesanan. Bukan hanya itu, ibu kos juga rajin membaca Al Qur’an, bahkan ramadhan kemarin aku sempat merasa malu karena ketinggalan jauh dari beliau tadarusnya. Ibu kos diusianya yang sekarang juga tetap hobi menjahit, sekalipun beliau memiliki tukang jahit langganan, beliau masih sesekali menjahit gamis sendiri. Dengan kacamata plus minusnya, beliau tetap telaten didepan mesin jahit tuanya yang tetap terawat.

Oh ya ibu kos ku ini orangnya sangat feminine lho, sekalipun sudah sepuh tapi masih cantik dan pandai mematut diri. Tiap kali keluar rumah untuk bersosialisai, entah kondangan, kerumah kerabat atau pengajian, make up tipis pasti disapukan diwajah. Pakaian yang beiliau pilih juga Nampak selalu matching dengan kerudung. tidak pernah sekalipun aku melihat beliau tampil tidak “matching. Tiap pergi belanja sayuran kewarung beliau tetap matching berpakaian, bahkan dirumah pun beliau juga selalu tampil matching. Kerudung dan gamis yang beliau pakai sekalipun untuk dirumah tidak pernah ada yang tidak nyambung. Kadang jadi merasa malu, pasalnya kalau dikosan aku sering gak peduli matching atau tidak baju yang dipakai, asal nyaman saja dipakai beraktifitas dikosan atau buat tidur.

Jika menilik kebiasaan ibu kos, Nampak beliau memang dididik sangat baik. Tidak hanya intelektualitasnya, tapi juga didikan agama. Seperti layaknya perempuan-perempuan jaman dahulu, beliau juga dibekali ketrampilan rumah tangga yang banyak, mulai dari mengurus rumah (rumah beliau ini tertata dengan apik), memasak (kue-kuenya enak lho), berkebun, sampai ketrampilan menjahit.

Bersyukur sekali aku bisa kos dirumah beliu ini, setelah bertahun-tahun menjadi menjadi “liar”, sekarang jadi diingatkan kembali pada kebiasaan “rumah” yang mungkin banyak terlupakan. Memang sedikit banyak kos tanpa ibu kos, membuat unggah-ungguh yang diajarkan dirumah agak tersisih; tapi sekarang rasanya seperti diinstal ulang. Berhubung tinggal bareng ibu kos, mau tidak mau kebandelanku saat dikosan lama jadi menghilang. Patuh dan taat pada jam malam, sekalipun dikosan lama ada peraturan jam malam, sering kali kulanggar (buka rahasia), tentu saja untuk sesuatu yang dapat dipetanggung jawabkan misalnya kewarnet untuk cari bahan, rapat atau kongres. Sekarang sebisa mungkin semua urusan selesai sebelum jam Sembilan, kalau tidak terpaksa tidur diluar gerbang atau cari pengungsian yang Alhamdulillah belum pernah terjadi. Jika hendak bepergianpun, sekarang seperti dirumah, mestipamit ke ibu kos, apalagi jika perginya menginap. pernah suatu kali aku menginap dikosan teman dan tidak berpamitan sebelumnya bahwa akan menginap. besoknya ketika pulang langsung ditanyai mengapa tidak pulang semalam. Setelah itu hampir dipastikan jika menginap aku selalu pamit ke ibu kos.

rame-rame berhutang (boleh bayar pakai daun)

Posted on October 14, 2009 by rain-ger.
Categories: corat-coret.

hutang sepertinya sudah menjadi penyakit kronis bangsa ini. negara sudah jadi langganan lembaga pemberi donor, bukan untuk memberi pinjaman, tapi mengajukan pinjaman atau penundaan pembayaran hutang. dan ternyata karena kehidupannya dibiayai hutang oleh negara, banyak pejabat negara dan termasuk pegawai yang dibayar oleh negara (PNS), yang untuk mendukung kehidupannya juga mengandalkan hutang yang mereka ajukan dengan menggadaikan SK pegawainya. baru-baru ini Lampung Post menyoroti tentang fenomena hutang besar-besaran dengan agunan SK pengangkatan anggota DPRD Lampung beberapa hari setelah mereka dilantik. menurut pemberitaan lampung Post, bayak anggota DPRD yag baru dilantik engantri di bank Lampung untuk mengajukan pinjaman dengan aguan SK pengangkatan dengan jumlah pinjaman yang bervariasai antara puluhan hingga ratusan juta dengan lama cicilan 3 hingga 5 tahun. bisa dibayangkan bukan, selama masa bakti mereka sebagai anggota dewan, para wakil rakyat ini gajinya hanya akan berakhir di Bank sebagai cicilan hutang. saya sebagai rakyat sungguh khawatir para wakil rakyat ini tidak dapat bekerja optimal akibat hutang yang dimilikinya. apalagi kalau sampai uang gajinya habis hanya untuk mencicil hutang. jangan-jangan nanti saat menjabat anggota dewan, demi menutupi hutang-hutangnya, mereka akan dengan mudahnya menghabiskan uang rakyat, atau dengan santainya menerima suap. bukankah suatu survey pernah menyatakan bahwa lembaga legislatif dinilai sebagai lembaga terkorup di negeri ini. mungkin salah satu sebabnya adalah hutang besar-besaran yang dimiliki para anggota dewan ini. duh miris hati ini.

bukan hanya anggota dewan yang banyak menghabiskan gajinya untuk membayar hutang, PNS terutama di Lampung juga adalah abdi negara yang banyak terlilit hutang di Bank. tentu saja agunannya adalah SK pegawai mereka. saat ini bank-bank perkreditan rakyat menawarkan pinjaman yang menggiurkan bagi para pegawai negeri ini dengan berbagai kemudahan. berlombalah para pegawai ini untuk mendapatkan pinjaman dari bank, sekalipun harus merelakan seluruh gajinya dipotong hingga masa pensiun. fakta dilapangan yang banyak kulihat adalah fenomena hutang dikalangan PNS dinas pendidikan di lampung, alias guru. kecilnya gaji guru selalu dijadikan alasan untuk berhutang di Bank. setelah gaji guru dan kesejeahteraannya diperhatikan, ternyata mereka tetap terlilit hutang di bank. hingga membuat aku berkesimpulan sebesar apapun pun gaji guru dinaikkan, mereka akan tetap terlilit hutang.

bahkan masalah banyaknya PNS yang bergutang di Bank dengan menggadaikan SK pegawainya, sempat dijadikan jualan kampanye salah satu calon gubernur lampung beberapa waktu lalu. untuk menarik simpati para PNS, bahkan ia sempat melontarkan janji untuk “memberesi” hutang para PNS ini yang jumlahnya sangat fantastis itu jika diakumulasikan. entah dari mana dananya. dan ternyata dia tidak terpilih. jadilah janjinya itu tidak mungkin bisa ditagih.

mulanya mengetahui fakta bahwa besarnya hutang PNS Lampung di Bank mencapai 2,3 Triliun, dan fakta bahwa hanya sedikit sekali dari para PNS ini yang pulang membawa 50 % gajinya adalah fakta yang menyedihkan. hal ini bisa berati maca-macam bagiku. pertama para PNS ini bergaji kecil sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup sehingga harus berhutang. ke dua pemerintah kurang perhatian terhadap kesejahteraan abdi negara ini. ketiga, para PNS ini tidak pandai dalam mengelola keuangan sehingga harus terbelit hutang. yang ke empat gaya hidup PNS yang besar pasak dari pada tiang, dan terakhir adalah prilaku dan pandangam yang terbentuk akibat seragam yang berwarna sangat membosankan yang tiap hari mereka kenakan itu. Lampung yang penduduknya sebagian besar hidup dari bertani dan merupakan salah satu propinsi termiskin di negeri ini, menghasilkan cara pandang bahwa PNS, pegawai berseragam adalah orang yang semestinya hidup bercukupan dan tidak boleh terlihat kere. alias gengsi yang harus ditonjolkan selaku orang gajian. sekalipun kenyataanya untuk membiayai kehidupannya para PNS ini harus menggadaikan SK pegawainya dan terbelit hutang hingga pensiun.

untuk sebab pertama dan kedua, aku masih bisa bersimpati terhadap para PNS ini, tapi untuk sebab selanjutnya sunggah hilanglah simpatiku. sebab ke 3 dan selanjutnya sepertinya adalah sebab yang paling banyak aku temui di lapangan. mengadaikan SK hingga pensiun dan berhutang hingga pensiun hanya demi sebuah gengsi yang tidak perlu. berhutang demi menyelenggarkan pesta mewah pernikahan putranaya gaara dipandang sebagai orang berada, mengirimkan seserahan dalam jumlah fantastis hanya agar gengsinya disepan besan bisa terangkat padahal daidapat dari hutang, atau membeli aneka perhiasan yang sebenarnya hanya dijadikan simbol status hingga gajinya habis dipotong dana sini dan ditagih oleh para pemberi kredit. membeli kendaraan yang di indonesia tidak melulu soal fungsi tapi juga menggambarkan status dan kekayaan, hanya untuk memuaskan dan meneguhkan status mereka. aku sempat tidak habis pikir. oh my GOD.

sebenarnya bergutang sah-sah saja dilakukan siapa saja termasuk para anggota dewan dan PNS tadi, asalkan mampu membayarnya dan tidak mendholimi orang lain. sebagai anggota dewan mislanya, jangan sampai karena berhutang dalam julah besar, akhirnya malag sibuk cari “obyekan”, jadi calo berbagai proyek, terima suap sana sini, atau bahkan saking sibuknya mencari penghasilan diluar anggota dewan sering tidak optimal bertugas, mangkir rapat dan sidang. dampkanya bukan hanya dia pribadi saja, tapi juga rakyat yang diwakilinya yang telah memberikan kepercayaan padanya.

bagaimana dengan para PNS? fakta dilapangan menunjukkan bahwa besarnya hutang menimbulkan penurunan produktifitas pegawai. kebanyakan sibuk mencari penhasilan diluar PNS guna mencukupi kebutuhan atau menutup hutang yang jumlahnya tidak sedikit itu. biasanya pegawai yang menghabiskan gajinya sebagai cicilan hutang, sering tidak hadir dikantor. dampaknya, pelayanan terhadap masyarakat dapat terganggu. misalnya yang berlaku demikian adalah guru, berarti siswa yang diamantkan padanya untuk didik terpaksa terbengkalai pendidikannya, karena tidak ada yang mengajar maka jangan harap muncul generasi cerdas. jangan berharap akan ada kemajuan dan perbaikan bagi bangasa ini jika anak didik ditelantarkan.

pengalam berharga di kampung nelayan

Posted on July 28, 2009 by rain-ger.
Categories: corat-coret, enak dipandang.

tetap bertahan posting blog via Fs, saat semua orang sudah pindah ke FB. sederhana saja alasannya, males punya account dibanyak tempat. bukan itu yang mo ditulis di postingan ini. kali ini ingin posting beberapa cerita tempat yang sempat ku kunjungi selama pulang beberapa waktu lalu. setelah 2 bulan sebelumnya pulang, bulan juni ini pulang lagi ke Lampung, mendadak karena dikabari kalau My lovely Mom sakit dan sempat opname dirumah sakit. ga lega kalau gak lihat sendiri jadi segera saja meluncur pulang. alhamdulillah sekarang sudah sehat dan bisa beraktifitas biasa lagi.

kampung nelayan

pekan terakhir di rumah, saat kondisi kesehatan ibu semakin bagus, ramai-ramai bareng keluarga besar menyempatkan diri mengunjungi kerabat di Wonosobo, salah satu kota kecamatan di Kabupaten Tanggamus. ternyata jarak rumah yang kami kunjungi ke pantai tidak terlalu jauh, hanya sekitar 3 atau 4 kilo meter saja, ramai-ramai kita ke pantai. berhubung bareng bude-bude dan bulek yang semuanya sudah ibu-ibu, tujuan utama ke pantai selain lihat pemandangan adalah belanja ikan segar. akhirnya pantai yang dituju adalah pantai Drigul, yang secara geografis lebih dekat ke Kec. Wonosobo tapi secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kec. Kotaagung. Kata si Oom pantainya masih alami dan merupakan perkampungan nelayan, tambah semangatlah ibu-ibu itu. sekalian memperkenalkan perkampungan nelayan ke anak-anak, demikian kata salah seorang bude. maklum saja kunjungan kali ini selain bude-bude dan bulek-bulek, ikut juga sepupu-sepupu dan keponakan yang rata-rata masih SD. pantainya tidak berada di sisi jalan raya, melainkan harus masuk melalui jalan berbatu dan berlubang dari pasar Wonosobo sehingga kendaraan tidak dapat dipacu kencang. 10 menit pertama kanan kiri jalan padat dengan pemukiman penduduk yang didominasi rumah permanen lengkap dengan koleksi tanaman hias yang indah. sepuluh menit selanjutnya hanya hamparan sawah dan kebun Kakao di sisi jalan yang dapat ditemui. sedangkan dimeniit-menit terakhir mendekati pantai kembali dijumpai perkampungan, berbeda dengan perumahan di menit awal, hampir semua bangunan diperkampungan ini adalah bangunan rumah sementara yang terbuat dari papan atau bambu dengan atap dari rumbia. kuhitung hanya ada 3 bangunan permanen disana, pertama sebuah rumah penduduk, mungkin juragan ikan disana, kedua adalah bangunan SD Negeri satu-satunya, dan terakhir adalah Masjid. sekalipun jaraknya hanya 3 atau 4 Km dari Jalan raya, daerah ini belum tersentuh listrik, bahkan sarana sanitasi juga sangat tidak memadai, hampir tidak ada malah. tapi keindahan pantainya luar biasa.

sepanjang pantai berjejer rumah nelayan yang seragam, serta deretan perahu warna-warni. selain itu juga berjajar pancang bambu yang biasa digunakan nelayan untuk menjemur ikan asin. siang itu para nelayan tidak melaut, menurut mereka ombaknya terlalu besar akibat bertiupnya angin tenggara. siang itu nampak beberapa nelayan tengah memperbaiki jala dan perahu mereka sementara tidak melaut. rencana membeli ikan segar dari para nelayan pupus sudah, karena tak satupun nelayan berani turun kelaut. beberapa pedagang ikan yang biasa membeli langsung dari nelayan juga nampak kecewa karena tidak berhasil mendapatkan barang dagangan. yang lebih kecewa lagi adalah para sepupu dan keponakan yang sudah berencana untuk main-main air di pantai, karena ombak terlalu besar, para nelayan melarang untuk bermain dilaut. akhirnya mereka hanya bermain di bibir pantai saja mengejar kepiting yang berlarian menuju lubang-lubang di pasir pantai yang berwarna kelabu. beginilah pemandangan pantai drigul siang itu

pantai drigul nan indah

pantai drigul nan indah

rame-rame nyari kepiting yang ngumpet di pasir

rame-rame nyari kepiting yang ngumpet di pasir

mengagumi ciptaan-Nya

mengagumi ciptaan-Nya

perkampungan nelayan pantai drigul

perkampungan nelayan pantai drigul

belanja ikan segar di TPI

untuk mengobati kecewa tidak mendapatkan ikan di pantai Drigul, para ibu-ibu mengajak mampir sebentar di TPI Kotaagung. siang itu hanya ada beberapa pedagang yang menjajakan ikan, lagi-lagi karena angin tenggara sedang bertiup. setelah memilih-milih ikan, sepupu-sepupu yang masih bocah ribut ingin main air di pantai. berhubung ombak nampak lebih bersahabat, mereka di ijinkan untuk main-main sebentar. sementara aku, adikku dan sepupu yang sudah gede memilih jalan-jalan sepanjang pantai, sambil mengagumi batu-batu warna-warni yang banyak terdapat dibibir pantai.

TPI Kotaagung, silakan pilih sendiri ikan segar yang ingin di beli. jangan lupa nawar harga

TPI Kotaagung, silakan pilih sendiri ikan segar yang ingin di beli. jangan lupa nawar harga

rame-rame nyemplung ke laut

rame-rame nyemplung ke laut

bebatuan warna-warni sepanjang pantai

bebatuan warna-warni sepanjang pantai

perahu-perahu nelayan di teluk semaka

perahu-perahu nelayan di teluk semaka

iyas adikku, berjalan menyusuri pantai. nyeker is the best. he..he.

iyas adikku, berjalan menyusuri pantai. nyeker is the best. he..he.

tidak berlama-lama berada disana, berhubung hari sudah makin sore kami segera meluncur pulang. kesan mendalam kami dapat selepas dari pantai yang kami kunjungi. rasa bersyukur luar biasa terhadap nikmat yang kami dapatkan hingga hari ini juga pujian tiada kira bagi Maha Pencipta Keindahan, serta prihatin yang mendalam ketika melihat realita saudara-saudara kita para nelayan. tersimpan harapan suatu saat bisa kembali ke kampung nelayan tadi dan melakukan sesuatu berguna yang berdampak langsung bagi mereka.

museum nasional transmigrasi

masih dalam rangkaian kepulanganku kerumah, tanpa rencana aku dan adikku akhirnya berkunjung ke Museum Nasional Transmigrasi yang terletak di Kabupaten Pesawaran kira-kira 20 Km dari Bandar Lampung. Sebenarnya mulanya aku dan adikku hendak ke Bandar Lampung untuk beberapa keperluan, saat memanti Bis di jalan raya pak de ku dan anaknya, sepupuku, lewat hendak ke bandar lampung juga. akhirnya kami ikut serta, dan ternyata ditengah jalan Pak de mampir sebentar ke Proyek yang tengah dikerjakannya untuk beberapa keperluan, maklum saja pak de bekerja untuk sebuah kontraktor di Lampung. dan ternyata Proyek yang dimaksud adalah Proyek Pembangunan Museum Nasional Transmigrasi. sejak beberapa tahun lalu proyek ini dimulai, bangunan Museumnya sendiri yang menyimpan diorama, foto dan beberapa artifak sudah jadi bahkan sudah di isi sekalipun belum lengkap. tapi secara keseluruhan, proyek tersebut masih jauh dari selesai jika dilihat dari master plan pembangunan Museum. fasilitas yang dibangun baru setengahnya saja, karenanya sekalipun Plang Nama museum sudah di pasang, serta koleksi sudah mualai dipajang, Museum ini belum dibuka untuk umum, bahkan belum diresmikan. menurut Pak De akan di resmikan tahun 2012. beruntung sekali siang itu ikut mampir bareng pak de, sekalipun belum di buka, aku, adikku, dan seorang sepupu di ijinkan berkeliling dan melihat-lihat. pertama kami masuk ke ruang pamer koleksi Museum, beberapa pengetahuan berharga kami dapat, bahwa wilayah trasnmigrasi di Indonesia begitu banyak Lampung adalah tempat transmigrasi pertama di Indonesia, wilayah lain yan juga menjadi tempat tujuan transmigrasi pertama adalah sumatera utara. beberapa wilayah tujuan transmigrasi  saat ini dalam tahap pembangunan menjadi kota mandiri.

museum nasional transmigrasi tampak samping

museum nasional transmigrasi tampak samping

koleksi foto-foto lama, muali dari kedatangan para transmigran, sampai pembukaan lahan transmigrasi

koleksi foto-foto lama, muali dari kedatangan para transmigran, sampai pembukaan lahan transmigrasi

kami juga sempat melihat bola besi raksasa berusia ratusan tahun yang digunakan untuk membuka hutan yang dipajang dihalaman tengah. kabarnya bola besi ini pernah hilang dan hampir di kilo di tukang besi bekas di jakarta. beruntung segera ditemukan kembali dan menjadi salah satu koleksi museum. dari tempat bola besi ini berada, pemandangan indah perbukitan nampak serupa lukisan alam. anginnya pun berhembus semilir mengusir panas akibat teriknya matahari. di kiri kanan museum, sawah milik penduduk ibarat permadani berwarna kuning.  didalam kawasan museum sendiri, masih terdapat sawah yang juga sudah menguning padinya dan akan tetap dipertahankan. kami juga berkeliling ke beberapa rumah adat berbagai daerah yang juga dihadirkan. beberapa tidak dikunci, jadi kami bebas keluar  masuk, koleksi baju adat dan peta wisata sudah dipajang disetiap rumah menjadi sumber pengetahuan berharga bagi kami. setelah urusan pak de selesai, segera kami beranjak pergi meninggalkan harapan museum nasional Transmigrasi segera selesai pembangunanya, sehingga bisa dijadikan sarana belajar dan rekreasi yang bermanfaat.

pose di depan bola besi

pose di depan bola besi

ada plaza di tengah lokasi museum. desainnya unik, disekeliling adalah tiruan rumah adat berbagai wilayah di Indonesia

ada plaza di tengah lokasi museum. dicat unik, disekeliling adalah tiruan rumah adat berbagai wilayah di Indonesia

sirih tanda cinta

Posted on April 30, 2009 by rain-ger.
Categories: Uncategorized.

akhirnya jadi juga pulang ke Lampung. lumayan lama dirumah, yang jelas sangat puas menikmati suasana rumah. puas cerita-cerita dan cela-celaan dengan adikku, menikmati masakan ibu tiap hari, gangguin masku dipagi hari, kerja bakti bersih-bersih rumah bareng bapak dan iyas, aktifitas yang sudah lama tidak kita kerjakan bersama; keliling kerumah sodara-sodara, menikmati jajanan pasar yang aku kangenin, dan yang tidak boleh terlewat adalah menikmati pemandangan langit malam hari yang penuh bintang, beda banget dengan langit jatinangor yang sudah mulai sepi bintang.

pulang kali ini memang sudah direncanakan beberapa minggu sebelumnya, bertepatan dengan acara pernikahan salah seorang sepupu. sebenarnya rencana awalnya adalah menghadiri acara pernikahannya di jakarta saja karena akadnya digelar disana, ternyata ibuku menelepon dan meminta untuk sekalian saja pulang ke Lampung. akhirnya sehari sebelum walimahnya, aku meluncur ketangerang, dilanjutkan dengan menghadiri walimah di jakarta, dan berlanjut dengan perjalanan ke lampung. berhubung keluarga dari Lampung bawa kendaraan sendiri dan ada satu tempat kosong, akhirnya aku ikut sekalian sampai rumah. seru juga seperjalanan bareng bude-bude dan pakde-pakde, banyak cerita dan pengalaman yang dibagi sekaligus jadi yang paling muda. yang jelas pulang kali ini beda dari pulang biasanya. banyak hal-hal baru dan menarik terjadi.

kali ini adalah perjalanan pulang dari Jatinangor ke Lampung terlama, berangkat dari jatinangor sabtu sore sampai rumah minggu malam. padahal biasanya hanya perlu 12 jam saja. ini juga perjalanan pertamaku ke tangerang sendirian hanya berbekal alamat tujuan dan petunjuk angkutan umum mana yang harus kunaiki, malam hari pula sampainya. pertama kalinya pula aku menyaksikan sebagian prosesi pernikahan dengan adat betawi. sayang tidak sempat menyaksikan akadnya, katanya siy pake bawa-bawa roti buaya. hanya menyaksikan acara “palang pintu”, kalau versi pernikahan jawa semacam acara “temon” saat resepsi. beneran kocak abis acaranya, serasa sedang menyaksikan acara lenong minus mpok nori dan bang malih. rebana, pantun, silat dan banyolan jadi bagian utama acara “palang pintu” tadi. yang jelas seru dan lucu, pertama kalinya aku melihat mempelai pria jadi bahan olok-olokan di acara perkawinannya sendiri. layaknya acara adat berbagai suku di indonesia, acara adat “palang pintu” juga sarat simbol dan perumpamaan. dan aku baru tahu bahwa dalam budaya betawi, sirih dan bunga (sayang lupa bunga apa namanya) adalah simbol cinta suami kepada istri; seperti mawar merah jadi lambang cinta dalam budaya barat. jadi buat cewek-cewek kalau tiba-tiba dihadihai sirih dan bunga oleh suami jangan tersinggung, bukan dikira sudah nenek-nenek jadi harus nyirih, tapi itulah tanda cinta suami kepada istri.

hal pertama lain yang kualami selama pulang kali ini adalah, menyaksikan prosesi adat jawa “ngunduh mantu”, selain kebanyakan saudara adalah perempuan, saudara laki-laki yang menikah jarang sekali yang pakai acara “ngunduh mantu”. ternyata tidak seribet acara “temon”, tapi sama kidmadnya. paling mengharukan adalah saat mempelai disambut ibu bapaknya, disuguhi minuman, dibawa kepelaminan dan sungkeman. membuat terharu aku yang menyaksikan apalagi tembang jawa yang dinyanyikan sebagai latar isinya berkisah tentang cinta orang tua ke anak. kalau gak malu dan sayang make up, pasti air mata gak bisa dibendung deh. beruntung renita yang berdiri disebelahku ketawa-ketawa gak jadi ada yang netes deh. tapi beneran gak ngerti saat penata acara, perwakilan keluarga mempelai putri dan putra ngomong pakai bahasa jawa halus. beneran seperti menyaksikan wayang orang. diacara ini juga aku jadi benar-benar tahu kemampuan bahas jawa halus Bapakku, ternyata memang benar bisa bahasa jawa super halus. selama ini hanya mendengar kata orang saja bapak bisa jawa halus, sehari-hari bahasa sehalus itu jarang dipakai biasanya pakai bahasa madya. yang pasti selama acara ngomong-ngomong pakai bahasa jawa halus tadi, namaku disebut berkali-kali baik oleh penata acara ataupun perwakilan keluarga, Angger, ngger, padahal inikan acara ngunduh mantunya mas aan dan mbak rachma. (muka polos mode on)

sebenarnya masih banyak kisah yang mau ditulis selama pulang kali ini, tapi gak seru kalau ditulis sekali. kali ini cerita acara pernikahan saja deh

diantara 4 pilihan (bank)

Posted on March 27, 2009 by rain-ger.
Categories: corat-coret.

Kamis lalu menyengajakan diri ke BRI unit Unpad jatinangor, niatnya mau ambil kartu ATM yang dijanjikan jadi dalam waktu 21 hari sejak diajukan. ternyata setelah lewat 21 hari kartu ATM-ku belum di proses. duh gondok minta ampun… mumpung di Bank, akhirnya sekalian narik tunai di teller, mumpung sepi juga. saat ke teller, duh jadi males balik lagi ke Bank ini, si mbak mukanya jutek abis, gak ada ramah-ramahnya sedikit pun. setali tiga uang dengan mbak-mbak di meja sebelumnya yang ngurusin ATM. Oh my God.. padahal BRI unit Unpad adalah salah satu bank dijatinangor yang ku puji karena pelayananya yang ramah dan efisien. tapi sepertinya itu hanya berlaku dulu kala. dulu teller BRI selalu menyapa ramah nasabah, tersenyum ketika melayani, dan bertutur kata halus dan sopan. pelayanan langsung kenasabah yang kunilai baik itu yang menjadi salah satu alasanku lebih memilih menggunakan layanan BRI ketimbang Bank lainnya.

dulu sempat kapok ketika pergi ke Kantor BNI Unpad di jatinangor, gara-gara tellernya galak, satpamnya juga jutek banget. padahal kesana niatnya mau nabung, menitipkan uang, pemasukan jugakan buat mereka. tapi super galak, jadi males buat nabung lagi disana. sampai diingat-ingat muka dan nama tellernya, saking keselnya. tapi setelah BNI ganti logo dan memperbaiki layanan, gak ada lagi teller galak apa lagi jutek. yang ada teller yang ramah dan murah senyum. bahkan satpamnya juga sangat ramah dan selalu menawarkan bantuan ketika baru saja masuk bank. memang antrinya lama karena banyak nasabah, tapi jadi lupa ketika diteller disambut senyuman ramah. dan sekarang, jadi gak males lagi ke BNI Unpad, baik buat setor, narik, atau tetek bengek lainnya. Kantor Bank di jatinangor yang belum ada celanya dari segi pelayanan, adalah BRI pembantu cabang yang disebelah Jatos. dari dulu sampai sekarang pelayananya tetap OK. ruang tunggunya nyaman, tellernya ramah, kerjanya cepat, satpamnya apalagi sangat ramah dan sangat membantu. satu lagi bank yang kupuji layanannya di jatinangor, adalah bank Mandiri, baru sekali memang kesana, tapi tellernya sangat ramah dan informatif. hanya saja satpamnya tidak seramah satpam BNI dan BRI.

kalau boleh diurutkan berdasarkan ranking keramahan pelayanan Bank di jatinangor, peringkatnya adalah sebagai berikut

1. BRI Pembantu cabang sumedang yang disebelah jatos
2. BNI cabang Unpad
3. Bank Mandiri
4. BRI Unit Unpad

tinggal pilih deh mau dilayani teller bank mana. kalo aku siy milih yang paling ramah.

tentang hidup

Posted on February 28, 2009 by rain-ger.
Categories: Uncategorized, kutipan.

“Hidup ini bukanlah rangkaian kejadian yang tidak bertalian. Hidup adalah sebuah melodi yang mengalun pasti, setiap nada bersambung ke nada berikutnya dengan harmonis. Melodi yang sederhana dan indah ini tidak bisa diramalkan, tetapi setiap nadanya tidak pernah bisa diramalkan, tetapi setiap nadanya tidak pernah terlalu cepat atau terlalu lambat. Bahkan setiap nada selalu tepat. Namun, setiap nada harus kita tangkap seperti seseorang menangkap burung yang sedang terbang dengan kecepatan tinggi.”

(Mauriel Maufroy, Kimya sang Putri Rumi hal 154)

aksara nan bermakna

Posted on February 26, 2009 by rain-ger.
Categories: Uncategorized, corat-coret, renungan.

membantu dua orang bocah kelas 1 SD membaca, ternyata tidak mudah. perlu kesabaran ekstra dan ketelatenan yang luar biasa. beberapa hari terakhir ini, aku membantu dua orang bocah kelas 1 SDN ciawi Jatinangor untuk belajar membaca. sedikit terkejut pada mulanya, karena mereka sama sekali belum bisa mengeja, bahkan abjad masih sering lupa. tahu pelafalannya, tapi tidak tahu bentuk abjad yang dilafalkan. ketika diajarkan pun tidak bisa langsung ingat dan bisa, perlu diulang berkali-kali dan dengan berbagai cara agar mereka bisa.

mengajari bocah-bocah tadi membuatku kengen sekali pada  ibuku dan Bu As guru kelas 1 SDku. belaiu-beliau ini adalah dua orang  telah mengantarkanku pada gerbang ilmu ; serta memberikan kunci utama untuk membuka gerbang tadi, aksara dan angka. saat belum SD, dirumah ibuku begitu telaten mengenalkan abjad, mengajari mengeja, dan merangkainya menjadi kata dan kalimat bermakna. ibuku juga adalah orang yang mengajarkanku untuk mencintai buku. saat belum pandai membaca, beliau secara rutin membacakan cerita dari buku dan majalah untukku. paling sering yang dibacakan adalah dongeng dari berbagai negara dan daerah. ibuku juga rela cabe dan bawangnya berantakan, karena anaknya tidak sabar ingin membaca koran pembungkusnya setiap kali pulang dari belanja ke pasar atau warung. menyisihkan gaji gurunya  yang tidak seberapa, untuk membelikanku buku-buku dan majalah agar anaknya gemar membaca. aku ingat sekali, oleh-oleh wajib tiap kali ibu ke pasar adalah 3 buah majalah anak-anak yang dibeli dari tukang majalah bekas. sering kali ibu membeli majalah kadaluwarsa yang masih lengkap isi dan bonusnya dengan harga majalah bekas.

di sekolah, Bu As mengajarkan bebagai cara membaca, membaca nyaring, membaca dalam hati, menyimak, dan intonasi. dengan penuh kesabaran dan senyuman yang tetap mengembang, Bu As mengajari kami murid-muridnya. bahkan beliau rela meluangkan waktu disore hari yang semestinya untuk keluarga, mengajari secara khusus siswa yang belum lancar membaca. belaiu juga senantiasa memotivasi kami untuk semangat belajar mebaca. pesan yang selalu kuingat dan masih kupraktikan hingga hari ini adalah, “bacalah semua tulisan yang kau lihat”, demikian kata Beliau suatu kali. “kalau kalian melihat tulisan di jalan, di pohon, di buku, koran, majalah, bahkan bungkus cabe dan bawang, jangan lewatkan. bacalah semua”. sebenarnya itu adalah pesan agar kami makin lancar membaca, tapi lama-kelamaan menjadi kebiasaan bagiku. hingga kini, tiap kali melihat spanduk, pamflet atau plang nama ditempat yang kulalui, atau bahkan diangkot dan bis, jika memungkinkan pasti kubaca.

aku kangen sekali pada Ibu dan Bu As, untuk jasa mereka yang satu ini, mengajariku membaca,  belum pernah aku sampaikan terimakasihku secara khusus dan langsung. (betapa tidak tahu budi diriku ini). padahal kalau saja aku tidak diajari membaca, pasti banyak sekali hal yang tidak kuketahui, begitu banyak hal yang tidak bisa kuraih dan kucapai, banyak yang tidak bisa kukerjakan, termasuk menulis di blog ini. ah… jadi ingin segera ketemu ibu, memeluk beliau dan mengucapakan betapa aku berterimaksih telah diajarkan membaca. ingin ketemu Bu As, untuk mengungkapkan rasa terimakasihku atas semua jasa dan pengajaran beliau.

berkreasi sesuka hati

Posted on February 17, 2009 by rain-ger.
Categories: Uncategorized.

inilah beberapa coretan bocah-bocah tetangga yang sering nongol di POKA sore hari untuk baca, bermain, menggambar atau mewarnai. mereka menggambar sendiri, menilai sendiri. serta memberi nama/judul karya mereka sendiri.

“pinguin kaisar” karya Ari (kelas 5 SD)

Jeruk, karya Angga (kelas 1 SD)

Jeruk, karya Angga (kelas 1 SD)

“Doraemon” karya Anti (kelas 3 SD)

“Pelangi” karya Tia (kelas 1 SD)

“Rumah Snow” karya Ajay (kelas 4 SD)