You are looking at posts that were written in the month of April in the year 2006.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Mar | May » | |||||
| 1 | 2 | |||||
| 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
| 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 |
| 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 |
| 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
Baru 3 bulan yang lalu kaki ini menjejakkan langkah di kampung halaman. Keriduan berbulan-bulan sebelumnya telah terluapkan. Tergantikan dengan semangat baru yang membuncah dan menggelora, semangat untuk berkarya meski jauh dari rumah.
Saat ini, setelah 3 bulan terlewati… as usual kerinduan pada kampung halaman kembali menyergapku. Suasana rumah terutama amat-amat kurindukan. Diskusi dan nonton berita bareng Bapak, Ngobrol bareng ibu sambil masak didapur, ketawa-ketawa, cerita-cerita dengan iyas dan mamas, berantem-berantem kecil ma mereka, pertanyaan-pertanyaan sepupu-sepupu kecilku yang imut dan lucu. teriakan-teriakan murid les bapak, tetangga-tetanggku yang ramah dan pemurah. Aku merindukan semua itu.
Hal seperti ini bukan yang pertama bagiku, sejak melangkahkan kaki untuk menuntut ilmu ke priyangan, hampir tiap hari kurasakan keriduan. kerinduan yang sulit sekali di cari obatnya. berbagai cara ku tempuh untuk mengobatinya, mulai dari nelpon orang rumah, sms temen, buka-buka album lama, ketemu teman yang satu daerah, masak makanan rumah, buka-buka buku dayri lama… tetap saja tidak berhasil. bukannya terobati justru semakin kangen…
Yah… Kerinduan ini memang hanya bisa diobati dengan pulang. ya.. Pulang… Tapi pulang bukan perkara mudah buatku, selain kendala di ongkos, waktu juga jadi halangan bagiku. kuliah yang padat semester ini, serta tugas-tugas yang memberondong tiap minggunya, tidak memingkinkanku pulang. Sekedar untuk melepas rindu… meluapkan kangen dihatiku. akhirnya aku harus menanti hingga libur semester datang dan memungkinkanku untuk pulang… mengonati segala kerinduan dan mengisi baterai Semangatku.
buat diri yang sedang kangen… just enjoy it.
Hm.. beginilah kuliah di Universitas yang kurang punya disiplin. Sudah setengah semester berlalu, ada mata kuliah yang dosennya baru masuk. benar-benar baru memberikan kuliah dan bahan perkuliahan. Sementara mata kuliah yang lain sudah selesai UTS dan sudah jauh belajarnya. Untuk 1 mata kuliah tertentu bisa dimengerti sih, dosennya sakit dan baru saja meninggal dunia. Kondisi dosen ini sangat-sangat bisa dimaklumi, tapi pihak jurusan??? benar-benar tidak bisa dimaklumi. Saat beliau,sang dosen, telah meniggal dunia barulah dicarikan pengganti pegajar. cukup disayangkan memang, mengapa tidak dari awal mengingat dosen sebelumnya kondisinya terus memburuk.
Imbasnya??? ya.. sekaramg ini sudah pasti harus mengejar target pertemuan mata kuliah tersebut. Kuliah 2 kali seminggu dengan beban tugas yang dua kali juga. Minggu ini adalah pertama kali mata kuliah tersebut dimulai pertemuannya. Dan langsung saja Bapak dosen memberi tugas 2 makalah dan 1 critical review utnuk pertemuan selanjutnya. Tugas ini memunculkan reaksi dari teman-teman di kelas tersebut. Bukan hanya mata kuliah tersebut yang memberi penugasan makalah, hampir semua dosen menugaskan hal yang sama dan beberapa dikumpulkan pada saat yang hampir berdekatan dengan mata kuliah yang baru masuk tersebut.
Reaksi yang cenderung negatif ini, juga dipengaruhi oleh pengalaman terhadap mata kuliah-mata kuliah sebelumnya yang memberikan tugas serupa pada semester sebelumnya. Penugasan yang mulanya dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap mata kuliah tersebut cenderung kurang bisa tercapai. Bukan pemahaman yang jadi tujuan saat mengerjakan tugas, tapi bagaimana agar tidak terlambat mengumpulkan tugas. Hingga muncul istilah "yang penting tugas dikumpul". Sekarang ini.. muncul kekhawatiran akan terulang kejadian yang sama dengan sebelumnya. bukan paham akan mata kuliah tersebut, yang penting deadline terpenuhi.
Yah.. semoga saja tidak terjadi kekhawatiran tersebut. but Who Knows???
jadi sebenarnya aku sedang butuh banyak semangat untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Agar tidak sekedar mengerjakan tanpa paham apa yang dikerjakan. Semoga saja terus bersemangat dan dapat melakukan hal yang terbaik selama semester ini.
buat teman-teman kelas mata kuliah Glonalisasi, selamat bekerja… TETAP SEMANGAT!!!
Seminggu ini ga tau kenapa, bacaan-bacaan seputar pernikahan banyak beredar di kosan. Mulai dari Kumpulan Cerpen, kumpulan cerita pernikahan para penulis, sampe majalah pun isinya tentang topik ini. Pergi ke Kampus pun buku jenis ini sedang banyak beredar. Belum lagi pembicaraan dengan topik yang sama, bahkan propaganda untuk segera menikah pun sedang marak. Dan anehnya yang megkampanyekan adalah para lajang. nah lho…
Menikah???…
hm… kata yang sering banget didengar apalagi ditengah obrolan dengan teman-teman saat santai dan iseng. Topik yang selalu seru untuk di obrolkan, dan menimbulkan histeria. Dari obrolan dengan mereka, ternyata beberapa orang sangat mengidamkan menikah di usia yang amat belia. Bahkan tidak sedikit yang mencari penghasilan sambil kuliah dengan alasan "buat persiapan nikah". Beberapa orang lainnya tampak rajin membaca majalah-majalah keluarga untuk membekali dirinya dengan pengetahuan berkeluarga sedini mungkin. terus memperbaiki diri, selain untuk mendapat ridho-Nya juga sebagai langkah awal mempersipakan pernikahan. Sedangkan beberapa orang lainnya tidak begitu peduli kapan mereka akan menikah.
Aku sendiri??? entahlah… memikirkannya pun aku belum berani. Apalagi segera menjalaninya. Sekalipun sering dibahas dengan teman-teman, tapi bagiku saat ini menikah hanya cukup untuk jadi perbincangan saat itu saja. Tidak untuk segera dijalankan, bagaimana mungkin dijalankan, Memikirkan saja aku tak berani. Tapi bukan berarti aku tidak berusaha memperbaiki diri, karena bagiku perbaikan diriku bukan sebagai persiapan menikah. Karena aku ingin jadi lebih baik, dan kebaikan diriku adalah modal bagiku untuk membangun peradaban.
Dan dua hari ini baru aku menyadari bahwa pernikahan adalah hal yang memang tidak berani kupikirkan. Kesadaran ini justru membuatku semakin tidak berani memikirkannya, sekalipun bebarapa kali mungkin melintas dalam benakku tapi tetap hanya selintas lewat karena akan segera ku usir. kalua tulisan ini bisa disebut sebagai hasil pikiranku tentang menikah, yah kini hanya sebatas ini aku berani memikirkan pernikahan . dan ketika aku menuliskannya, mungkin saat ini aku sedang memilirkanny, tapi setelah ini tersimpan dan aku log out, mungkin segera saja pikiran itu pergi. Karena sejujurnya memikirkannya pun aku tidak berani
untuk teman-teman yang sedang gencar bersiap untuk menikah… Salut atas keberaniannya dan kesiapannya. Srmoga segera bertemu belahan hatinya. menemukan pasangan sayap untuk terbang melintasi dunia.
jatinangor, 7 april 2006