You are looking at posts that were written in the month of September in the year 2006.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Aug | Oct » | |||||
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | |
Dua hari sebelum Ramadhan ku sengajakan untuk bepergian ke Bandung. memang ada yang harus ku cari di sana. Pesanan yang tidak biasa dari bapakku, kaset lagu kebangsaan Indonesia Raya versi paduan suara. Ternyata sulit sekali mendapatkannya. Bukan itu yang hendak kuceritakan saat ini… tapi apa yang kulihat dan alami selama dalam perjalanan Bandung -Jationganor.
Setelah mengumpulkan tugas dikampus, kusegerakan ke Pangkalan Damri dan naik bIs jurusan Dipati Ukur-Jatinagor yang sudah mangkal bebrapa saat. selama dalam perjalanan, sepanjang jalan tol cileunyi-Toha, tidak ada yang istimewa. Ketika Bis keluat pintu tol.. seperti biasa, pengamen-pengamen akan segera menyerbu. kala itu masuk serombongan pemuda, membawa biola, gitar dan gendang. sudah pasti mereka adalah pengamen yang berkegiatan dari angkutan-keangkutan lainnya. Beberapa lagu dimainkan. setelah meminta sumbangan ala kadarnya dari penumpang, mereka turun. dan beberapa saat kemudian, rombongan pengamen yang lain menyusul naik. memainkan beberapa instrumen dengan biola dan gendang.
Perjalananku hampir mendekati tempat tujuan, sambil menikmati lagu yang dimainkan pengamen di Damri, ku melihat ke arah luar memperhatikan lalu-lintas saat itu. ketika sampai di Perempatan Jalan Jakarta, mataku tertuju pada dua orang gadis remaja yang membawa gitar. Pengamen juga nampaknya, mereka nampak begitu berseri-seri mukanya ketika melihat Bis damri berhenti di lampu merah. keduanya setengah berlari mendekati bis. Namun, kemudian langkahnya terhenti ketika menyadari bahwa didalam bis tersebut telah ada pengamen lain yang tengah memainkan lagu. Gurat kekecewaan nampak diwajah keduanya.
Seketika hatiku miris melihat mereka berdua. di Usia yang begitu belia mereka harus rela berpanas-panas, berpindah dari satu angkutan ke angkutan lain demi mendapatkan uang. entahlah.. apakah mereka juga ikut mengorbankan sekolahnya atau tidak. Yang jelas aku merasa begitu terharu melihat mereka. Sekecil itu harus membanting tulang mengais Rezeki. Merelakan masa mudanya dihabiskan dijalanan.
Seketika itu pula aku merasa sangat bersyukur, Masih dicukupkan Rezeki oleh Alloh. Aku merasa begitu beruntung, sekalipun orang tuaku tidak kaya raya, tapi mereka masih mampu mencukupi kebutuhan anak-anaknya hingga aku, masku dan adikku tidak harus menghabiskan waktuku dijalanan seperti kedua gadis tadi untuk mengais rezeki.
"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah…. "(AL BAQARAH ayat 17)
"Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur." (AL A’RAAF ayat 10)
Agustus lalu bebrapa orang sahabatku di Unpad mmenyelesaikan masa studinya. Upacara Wisuda yang sesak digelar dihalaman kampus enobatkan mereka sebagai sarjana-sarjana sesuai bidang ilmu yang mereka dalami. Senin ini beberapa sahabat -satu angkatan saat SMA- pun juga akan segera dinobatkan sebagai lulusan suatu akademi kesehatan negeri di Lampung. Menyusul kemudian pada Nopember ini sahabat-sahabatku yang menempuh studi di suatu Politeknik yang terletak di Bandung juga akan segera diwisuda.
Sekilas wisuda nampak sebagai akhir dari perjuangan panjang para mahasiswa dalam menempuh studinya. Seakan ketika Wisuda telah dijalani, terselesaikanlah masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa tersebut. Padahal sebenarnya wisuda hanyalah satu tahap yang harus dilalui untuk kemudian beranjak pada tahapan selanjutnya. Wisuda merupakan awal keidupan baru lainnya yang harus dijalani, yang tentu saja terus mengajak pelakunya untuk tetap berjuang.
Dengan disandangnya gelar hasil kuliahnya selama bertahun-tahun.. bertambahlah tanggung jawab yang harus diembannya. Ilmu yang didapat barang tentu mesti dapat diaplikasikan. Kewajiban membangun masyarakat dengan ilmunya, sesuatu yang tidak terelakkan lagi. Yang juga tidak bisa dilupakan begitu saja adalah tanggung jawabnya untuk tidak membebani negeri ini dengan angka pegangguran yang tetap tinggi sekalipun katanya sudah terjadi pembangunan ekonomi.
Semoga ketika saatnya nanti ku mendapat giliran wisuda dan menyelesaikan studiku di universitas.. ku mampu memaknainya dengan sebaik-baiknya. dan ketika masa itu datang ku berharap ku mampu menjalankan tanggung jawab yang harus kuemban kemudian dengan sebaik-baiknya…
Teriring selamat untuk sahabat-sahabatku:
Teh Nimas, Teh Ila, Teh Dini (wisuda Mei lalu), Teh dian, Teh Puji, Saniah, Rina,Erlin, Aan, Kang Yudha (Wisuda Agustus lalu), Arif, Ardian, Ivan, Nur, Agustina (yang mo wisuda senin ini), Deni, Rifka, Dina, Helmi, mba Yani, Teh Afni (yang November nanti bakal diwisuda).
Semoga dapat mengamalkan ilmunya untuk kebaikan umat manusia Sejagad. Jalan Panjang didepan sana menanti langkah perjuanagn selanjutnya…
doakan ku segera menyusul…