Bisu

Posted on December 20, 2006 by rain-ger.
Categories: Uncategorized.

"AKU BERBICARA PADAMU DENGAN KEBISUAN SEBONGKAH MEGA ATAU POHON"

(Cheslaw Milosz)

Saya pernah dihadapkan pada situasi dimana saya dan sahabat saya hanya duduk berdua saja, tidak mengucapkan sepatah katapun tapi seakan-akan saya telah berbincang amat lama dengannya. sudah lama sekali ini terjadi, tapi tiba-tiba saya ingin menulisnya. Ketika itu, kami terlibat dalam suatu kegiatan yang menguras energi dan fikiran. Banyak masalah yang terjadi ketika kegiatan berlangsung. Terutama masalah acara, atau agenda kegiatan. Setelah kegiatan hari itu di pending, untuk kemudian dilanjutkan bebrapa jam kemudian, dan peserta serta panitia dibubarkan untuk istirahat, saya dan sahabat saya satu ini sama-sama bergeming dari tempat duduk kami. Entah kenapa saya tidak ingin saja beranjak dari tempat itu, mungkin sahabat saya juga berpikir demikian.

Jarak tempat duduk kami tidak begitu jauh, karena posisinya melingkar, sahabat saya ini berada di sebelah saya, berselang 2 tempat untuk duduk.  Kami sama-sama bergeming, sekaligus sama-sama terdiam. 10 menit lamanya mungkin, kami berada dalam posisi yang sama. Diam seribu bahasa, menyelami pikiran masing-masing. Tapi bagiku saat itu kami sedang berkomunikasi. Dan 10 menit itu aku merasa telah amat banyak bercakap-cakap dengan sahabatku itu. Aku merasa sahabatku tiu telah mengungkapkan dan membahasakan pikiran dan persaanya waktu itu dalam bisunya, dalam kediamannya.

10 menit terlewati, dan kami tetap diam, hingga akhirnya kami sama-sama berdiri meninggalkan tempat itu untuk beristirahat dan bergabung dengan teman-teman yang lain masih dalam diam dan kebisuan.

"AKU BERBICARA PADAMU DENGAN KEBISUAN SEBONGKAH MEGA ATAU POHON"

terangkat satu beban

Posted on December 18, 2006 by rain-ger.
Categories: Uncategorized.

Akhir pekan ini adalah, akhir pekan terpanjang dalam yang pernah kualami. bukan karena harinya bertambah, tapi karena aktifitas yang mesti dijalani. Mulai dari KKN hingga kegiatan dikampus. benar-benar tanpa jeda. Tapi sekalipun melelahkan aku lega sekali rasanya. satu beban telah terangkat. Sekalipun kemudian muncul beban lain yang lebih berat. Tanggung Jawab Moral atas apa yang telah terjadi Akhir Pekan ini.

aku hanya bisa berharap dan berdoa, semoga apa yang telah terjadi akhir pekan lalu, serta hal-hal yang telah dihasilkan, merupakan suatu hal yang bernilai dan bermanfaat. merupakan suatu perbaikan dari seperti yang kami harapkan. Bukan suatu kecarut-marutan serta kehancuran. Semoga saja keputusan yang diambil lewat perdebatan panjang dan melelahkan itu, nantinya mampu memberi manfaat maksimal, memberi kejelasan bukannya ambiguitas.

to tatat, bayu, rahmat, rina, mar-Q, Rifki, Ono, Ma-Q, Fauza, Ivan, Ragil, P.Y. serta temen-temen yang rela meluangkan waktunya selama akhir pekan ini semoga apa yang kita hasilkan tidak lebih buruk dari sebelumnya. semoga ini mampu menjadi pembelajaran bagi kita semua.

My Way*

Posted on December 11, 2006 by rain-ger.
Categories: Uncategorized.

And now the end is near
So I face the final curtain
My friend, I’ll say it clear
I’ll state my case of which I’m certain

I’ve lived a life that’s full
I’ve traveled each and every highway
And more, much more than this
I did it my way

Regrets, I’ve had a few
And then again, too few to mention
I did what I had to do
I saw it through without exemption

I planned each charted course
Each careful step along the byway
And more, much more than this
I did it my way

There were times
I’m sure you knew
When I bit off much more than I could chew
But through it all
When there was doubt
I ate it up and I spit it out
I faced it all and I stood tall
I did it my way

I’ve loved, I’ve laughed and cried
I’ve had my fill, my share of losing
And now as tears subside
I find it amusing

To think I did all that
May I say, not in a shy way
No, oh no, not me
I did it my way

For what are we all, what have you really got
If not yourself, then you have naught
Just say the things you truly feel
And not the words of one who kneels
The record shows I took the blows
And did it my way
My way

*di populerkan oleh Frank Sinatra

cermin dan pendaki gunung

Posted on by rain-ger.
Categories: kutipan.

"…orang bodoh yang ingin mendaki gunung meletakkan cermin raksasa digunung itu mengira dengan demikian dapat lebih baik melihatnya. Tapi yang dilihat adalah dirinya sendiri, sangat besar dicermin seukuran gunung itu. Orang berilmu untuk mendaki gunung, akan meletakkan cermin dihatinya dan disana ia akan melihat pantulan kebesaran gunung itu serta sungai-sungainya yang mengalir rahasia. dengan ilmulah orang mengilapkan cermin agar memberikan pantulan yang paling sesuai dengan gunungnya. Bila cermin berdebu dan retak, gunungpun akan berdebu dan retak. Cerminlah yang membedakan…."

Dikutip dari Centini: Empat puluh Malam dan Satunya Hujan. tulisan Elizabeth D. Inandiak.