You are looking at posts that were written in the month of July in the year 2007.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Apr | Nov » | |||||
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | 31 | |||||
‘"Biarkan ia hilang bersama hembusan angin…"
Senangkah engkau hidup dalam ketidak pastian? Bahagiakah engkau menanti sesuatu yang tidak jelas datangnya? Gembirakaha engkau menunggu seseorang sekian lama tanpa tanpa pernah engkau tahu apakah ia akan datang padamu atau tidak? Aku yakin engkau pasti merasa letih, merasa bosan, bahkan mungkin saja merasa sedih. Tidak inginkah engkau mengakhiri semua ini?
Sudah saatnya bagimu untuk mentap hidup baru yang lebih terarah, yang lebih jelas dan tidak membuatmu menunggu tanpa kepastian. Yang tahu isi hatinya adalah Alloh dan ia sendiri. Kau tidak tahu apapun tentang hatinya. Bahkan setelah sekian lama engkau mengenalnya dan menaruh simpati padanya. Setelah sekian lama simpati itu berubah menjadi cinta, tak ada hal yang bisa kau ketahui tentang perasaanya padamu. mungkin saja perasaanmu padanya tidak akan terbalas. Mengapa tidak segera lupakan ia, dan menghapus rasa itu dari hati dan fikiranmu. Ikhlaskan cintamu padanya.
Segeralah berhenti menggantungkan harapan padanya. Berharap ia membalas perasaanmu, berharap ia menyambut cintamu yang bahkan ia sendiri mungkin tak pernah tahu perasaanmu. Berhentilah sebelum akhirnya engkau merasa letih dan tak berdaya untuk melanjutkan hidupmu.
Bergegaslah bangun dari mimpimu yang hanya akan membuatmu terlena.
Lihatlah dunia di luar sana yang begtu indah dan berwarna, dunia yang terus berputar dan berubah. Segeralah tatap dunia, berbuat sesuatu untuk hidupmu, berbuat sesuatu untuk sekelilingmu, melakukan sesuatu yang bermakna. Segaralah alihkan hidupmu untuk mewarnai dunia.
Untukmu yang tak pernah bisa lupa.
Air kosan mati, jalanan macet, tetangga berisik, telepon dan sms gelap yang ga jelas, duit habis. Semua hal ini bisa bikin marah-marah seharian. Bikin kesel and dongkol dalam waktu lama, bahkan merusaka pagi yang cerah. Tapi… apakah dengan marah-marah semuanya jadi lebih baik apakah setelah marah semua hal terselaikan? Pagi yang indah akankah kembali setelah meluapkan kemarahan? Jawabannya pasti tidak. Bukannya lebih baik, masalah baru malah akan muncul kemudian. Misalnya saja marah-marah karena tetangga berisik, bukannya berisiknya hilang malah semakin berisik, suara marah-marah kita semakin menambah kebisingan. Belum lagi kalau tetangga merasa tersinggung gara-gara kita marah-marah. Hubungan bertetangga jadi tidak sehat lagi. Mungkin saja silaturahim bisa putus karenanya.
Hal-hal seperti ini sekilas nampak sepele, tapi ternyata cukup menggagu dalam kehidupan sehari-hari, itu yang ku alami. Ketika suatu masalah tidak terpecahkan dan kemarahan dijadikan pelampiasan, betapa banyak kerugian kuraih, betapa banyak penyesalan yang kualami setelahnya. Dan yang paling jelas adalah tidak terselaikannya masalah. Rugi karena kesenangan dan kebahagiaan seketika bisa lenyap gara-gara marah-marah, produktivitas menurun drastis karena hilang mood, dikeselin orang-orang disekeliling, jadi gendut, boros dan capek. Setelah itu penyesalan yang terjadi, nyesel karena bikin orang lain ga merasa nyaman, nyesel karena kerjaan banyak yang tertunda, nyesel menghaburkan uang untuk sekedar mengobati kemarahan, nyesel makan banyak dan susah normalin berat badan lagi (ga penting…), dan yang pasti nyesel mengganti kebahagiaan dengan kemarahan.
So… Agar tidak merasa rugi dan menyesal karena marah-marah ada beberapa cara jitu yang berhasil kupraktikan. Menahan diri; yang satu ini memang ga gampang. Ketika ada masalah yang membuat emosi meningkat, coba menahan diri untuk tidak segera bereaksi dengan marah-marah, mengeluarkan makian atau bahkan membanting barang-barang sekitar kita atau membanting pintu. Sayang sekali kalau Pintu rusak gara-gara kemarahan kita. Ada kata-kata yang selalu kuingat saat marah “jangan membanting pintu, kita akan selalu kembali padanya”. Segera tersenyum sekalipun dipaksakan, efektif agar mood tidak berubah secara drastis. Hindari berkomentar dengan segera, karena mungkin saja kalimat yang keluar dari mulut kita tidak terkontrol gara-gara sudah emosi terlebih dahulu. Menarik napas panjang dan menahannya beberapa saat juga cukup membantu. Minum air putih yang banyak dapat membuat badan merasa segar dan dingin. Segera duduk jika berdiri, merebahkan badan atau segera ambil air wudhu (yang ini kata Nabi lho). Membaca Al Qur’an berlama-lama juga cukup ampuh meredam kemarahan.
Nah… Setelah kemarahan berhasil diatasi, saatnya menyelesaikan masalah sebenarnya. Jika masalahnya berkaitan dengan orang lain atau karena orang lain, segera bicarakan dengan baik-baik. Jika masalahnya terkait dengan benda ambil tidakan yang paling mungkin kita lakukan. Jika tidak mungkin dilakukan sendiri mintalah bantuan orang lain. Pikiran yang jernih dan hati yang tenang memudahkan mengambil sikap yang tepat mengahadapi masalah.
“Tinggalkan saja dirinya jika bersamanya hanya akan membuatmu terluka. Lupakan saja dirinya jika dengan mengingat-ingatnya hanya akan membuatmu menderita”.
Kalimat ini yang selalu ingin ku ucapkan padamu. saat aku mengetahui betapa hancur hatimu karena tersakti oleh orang yang sama. Mengetahui betapa hancur dan sedih hatimu tiap kali bermasalah dengan orang itu. Ingin aku mencegahmu mencintainya, karena aku tahu betapa besar resiko yang akan kau hadapi jika kau tetap paksakan cintamu. Berapa banyak lagi air mata yang harus kau tumpahkan untuknya, berapa dalam lagi luka yang harus tergores dihatimu hanya karenanya. Aku benar-benar tidak pernah merasa rela melihatmu harus luluh lantak dan terluka hanya karena mempertahankan cintamu yang mustahil menurutku. Aku merasa sangat bersedih tiap kali kau curahkan isi hatimu, terutama yang behubungan dengan orang itu. Aku sedih karena harus melihatmu menangung sendiri kedukaanmu sedangkan ia yang nun jauh disana hanya memikirkan kebahagiaanya semata. Tidakkah kau lelah menjalaninya?
aku sungguh ingin melihatmu berbahagia menjalani kehidupanmu. Melihat senyum ceriamu saat bercerita tentang pengalaman-pengaamanmu. Semangat menggebu ketika menjalani hari-harimu yang indah. Akupun ingin melihatmu berbahagia untuk cintamu, menjalani hidupmu penuh cinta dan kasih yang sebenarnya. Aku tak ingin lagi mendengar tangismu dan melihat air matamu berjatuhan karena kesedihan. Kebahagiaan itu yang ingin kulihat darimu.
Hari ini kau bari tahu aku bahwa kau telah meninggalkannya dan akan melupakan orang itu. Aku sungguh lega mendengarnya, sekalipun aku tahu engkau pasti merasa terluka dan sakit karenanya. tapi ini hanya untuk sementara aku yakin. Memang sakit pada awalnya, seiring waktu aku yakin rasa sakit itu akan hilang. Akan lebih sakit dan dalam lukamu jika kau tetap betahan dengannya. Aku rasa ini adalah keputusan paling tepat untukmu saat ini dan mungkin juga untuk masa depanmu. Segeralah tata hidupmu yang baru, tataplah dunia yang penuh warna. Aku hanya dapat berdoa untuk kebahagiaanmu.
Untuk seorang sahabat. Aku tak ingin lagi mendengarmu berduka.