kejutan…

Posted on November 11, 2007 by rain-ger.
Categories: corat-coret.

Beberapa bulan lalu aku dikejutkan dengan rencana pernikahan sahabatku. Sesuatu ang luar biasa dan sempat memuatku terperangah. Bagaimana tidak, seminggu sebelum sahabatku mengabarkan kepulangannya untuk menikah, ia masih membicarakan rencana kunjungannya ke Jatinangor. Ketika tiba hari dimana ia akan datang, satu halaman SMS ia kirimkan mengabarkan bahwa kedatangannya ditunda karena harus pulang untuk menghadiri acara keluarga di kampung halamnnya. Seminggu kemudian aku menerima SMS mengabarkan bahwa ia akan di khitbah keesokan harinya, dan rencana perikahannya akan digelar 2 minggu setelahnya, 18 Agustus 2007. Sungguh kejutan luar biasa buatku. Sahabatku satu ini memang penuh kejutan. Akupun segera meneleponnya menanyakan langsung padanya. Jujur saja aku setengah tidak percaya manakala berita ini kudengar langsung dari mulut sahabatku tersebut. Bahkan hingga akad nikahnya tengah berlangsung, ku pun masih merasa seperti mimpi saja. Setelah aku benar-benar melihat sahabtku bersanding dengan suaminya di pelaminan, baru aku benar-benar percaya bahwa ia telah menikah. Sekalipun aku tetap tidak bisa menyembunyikan keterkejutanku. Sungguh luar biasa menurutku. padahal aku merasa baru beberap waktu lalu kami menghabiskan waktu di SMU, melakukan hal-hal konyol dan kekanakan. Kini… akhirnya sahabatku ini tiba pada tahapan hidup selanjutnya, membangun keluarga.

Beberapa minggu sebelum perikahan sabatku tadi, akupun baru saja dikejutkan oleh rencana khitbah sahabatku yang lain lagi. Awalnya ketika ia menelepon dan mengatakan bahwa sebentar lagi akan mengakhiri lajangnya dan segera meminang seorang perempuan untuk menjadi istrinya, aku mengira ia hanya berkelakar. Apa lagi ketika mengatakannya ia seperti orang yang tengah main-main dan bercanda saja. Akan tetapi beberapa minggu kemudian aku mendapat SMS dari seorang rekan yang mengatakan bahwa sahabatku yang menelepon tadi akan segera melangsungkan khitbah. Luar biasa, kejutan lagi bagiku. Setengah tidak percaya ku konfirmasi kepada yang bersangkutan kabar tersebut, dan ternyata jawaban sahabatku tadi membenarkan kabar tersebut. Kemudian saat hari raya Idul Fitri lalu aku diberi tahu kapan dan dimana akad nikah akan berlangsung. Aku masih tidak percaya hingga akhirnya 4 November lalu di Masjid Agung Buah Batu, akad nikah itu berlangsung. Alhamdulillah berkesempatan menghadiri walimahnya, rasa setengah tidak percayaku lenyap sudah. Sekali lagi hal luar biasa ku alami.

Entah kejutan apa lagi yang akan diberikan sahabt-sahabtku, dan entah kapan lagi kejutan-kejutan itu akan muncul. Tapi so far aku menikmati setiap kejutan yang muncul dalam hidupku termasuk kejutan dari sahabat-sahabatku.

Untuk sahabat-sahabat luar biasaku. Bersama kalian selalu kutemui kejutan. Wow… it’s amazing

tentang makan

Posted on by rain-ger.
Categories: renungan.

Rasululloh tidak pernah mencela makanan. Apabila menyukainya maka beliau memakannya dan bila tidak suka maka beliau meninggalkannya (Muttafaq ‘Alaih dari Abu Hurairah ra.)

Ketika menemukan tulisan ini dalam sebuah buku, seketika aku tersadar betapa aku jauh dari Rasululloh. mengaku sebagai pengikutnya, tapi banyak sekali hal-hal yang aku lakukan belum didasarkan pada keteladanan beliau. Termasuk dalam hal makan, tidak jarang lidah ini protes ketika makanan yang dimasukkan ke mulut tidak terlalu nikmat untuk dimakan. Rasanya yang kurang pas dengan seleralah, yang bumbunya kurang, keasinan, terlalu manis, kurang pedas atau terlalu pedas, kebanyakan merica dan sederet lagi ketidak sukaan terhadap makanan. Semua protes tadi adalah bentuk dari mencela makanan menurutku. tapi sekalipun dicela, tidak jarang juga makanan itu habis juga dimakan.

Malunya aku ketika mengingat kembali hal yang telah kulakukan terhadap makanan-makanan yang pernah terhidang untukku. Karena ternyata Rasul tidak pernah melakukan hal itu, tidak mencela makanan. Malunya aku ketika tahu untuk hal yang sederhana seperti ini aku tidak bisa mengikuti teladan Rasulullah. Malunya aku ketika sadar masih banyak keteladanan Rasul yang belum kuikuti dengan benar. Betapa malunya aku andai saja bisa berjumpa Rasul saat ini.