You are looking at posts that were written in the month of June in the year 2008.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « May | Jul » | |||||
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | ||||||

ku kira pekan lalu semua telah kembali normal, cerita cinta tak lagi jadi topik utama. ternyata perkiraan sering kali tidak sesuai dengan kenyataan. nyatanya pekan ini masih mengalir cerita cinta, sekalipun tidak sedramatis cerita lalu. bisa dibilang inilah jawaban dan penyelesaian kisah-kisah tersebut, sekalipun belum semuanya. setidaknya ini adalah awal baru bagi sahabat-sahabatku ini. sedikit lega mendengarnya. inilah sedikit kisah tentang mereka, yang tidak akan kusebut namanya.
pertama, kisah dari seorang sahabat yang jatuh cinta pada karibnya, dan cintanya telah dipendam sekian lama tanpa pernah berani ia ungkapkan. ia bukan sesorang yang anti pacaran ketika perasaan itu muncul, tapi merasa tidak pantas menghianati persahabatan mereka. setelah bertahun lamanya dan persepsinya tentang cinta dan percintaan berubah, (cinta harus dibingkai dalam pernikahan), tiba-tiba sahabat yang ia cinta menghubunginya dan menanyakan apakah ia mencintainya lebih dari teman. ingin tetap berkomitmen dengan pandangan barunya sekarang ini, ia terpaksa memungkiri isi hatinya yang terdalam dengan menjawab yang sebaliknya. bahwa ia tidak lagi memiliki perasaan seperti yang dulu pernah ia rasakan. persahabtan merekapun jadi hambar setelah peristiwa itu, sementara perasaan cinta sahabatku belum juga sirna. ia sempat menyesali keadaan mengapa tidak sejak dahulu perasaanya dipertanyakan.
"setidaknya aku tidak perlu menyimpan selama itu".
demikian katanya. tapi ia pun menyesali kalimatnya ketika itu,
"mengapa harus kujawab demikian, hubungan persahabatan kami jadi rusak karenanya".
hari ini tiba-tiba sahabatku mengirimiku sms, "aku sudah bersahabat lagi dengannya, seperti baru kenalan lagi malah."
"ia mencintai orang lain, tapi aku lega".
syukurlah, aku merasa lega mendengarnya, ku rasa sahabatku telah siap melangkah ke era yang baru. senang engetahui itu.
kisah kedua, seorang sahabatku yang lain lagi, mulanya terpesona dan kagum pada seorang yang dikenalnya karena kharisma yang "luar biasa", kemudian ia jatuh cinta padanya. sama seperti kisah pertama, ia hanya mampu memndam perasaanya, karena ia tidak ingin menghianati komitemnya terhadap dirinya sendiri. sahabatku berusaha melupakan cintanya dengan berbagai cara, tapi interaksi yang sering harus ia lalui dengan rang yang membuatnya jatuh cinta, membuatnya semakin sulit melupakan cintanya. semakin sering berinteraksi, cintanya malah semakin besar. kemudian ia memutuskan untuk benar-benar menghindari interaksi dengan orang tersebut, menolak terlibat dalam berbagai aktifitas yang melibatkan orang yang membuatnya terpesona tersebut.
"aku dah nolak tawaran ikut ini itu, karena aku ga bisa biasa aja kalo ketemu orang itu". ujarnya suatu kali.
"jantungku berdetak hebat tiap ada didekatnya, aku takut kalau sampai ia tahu kalo aku tuh punya perasaan lain ke dia". ia merasa bingung dengan perasaannya sendiri.
"aku belom bisa menetralkan perasaanku ke dia".
hingga hari ini ku rasa ia masih menyimpan cintanya sekalipun lisannya berkata "aku sedang berusaha melupaknnya".
kisah ketiga, sahabatku yang lain tiba-tiba membersihkan blog-nya sendiri yang berisi curhatannya selama ini. banyak postingan yang ia kirim berkisah tentang seorang yang telah membuatnya terpesona hingga jatuh cinta, sebenar-benarnya jatuh cinta demikian ujarnya. tapi seperti kisah sebelumnya ia tetap menyimpan dalam hati cintanya.
"aku tahu seperti apa dia, dan bagaiman pandangannya tentang cinta".
"menyatakan cinta padanya? ga deh, ga mungkin. lagi pula itu bukan caraku". ucapnya suatu kali.
ia pun pernah merasa patah hati, hanya karena melihat sebuah foto yang memajang wajah orang yang dicintainya dengan lawan jenis. sementara orang yang ia suka tidak pernah tahu apa yang terjadi padanya. ia memutuskan melupakan cintanya. kemudian suatu hari tiba-tiba ia berkisah secara terselubung kepada orang yang telah membuatnya jatuh hati. secara tidak langsung, ia menyatakan perasaan kepada ‘orang’ tadi. tidak berpikir bahwa orang tersebut akan sadar bahwa yang dikisahkan adalah tentang perasaannya terhadap orang tersebut. kemudian ia merasa orang tersebut mengetahui siapa orang yang ia maksud.
"sepertinya dia tahu deh kalau aku suka ma dia". kisahnya.
"akukan sering posting ke blog soal perasaanku padanya, bahkan sempat tulis nama dengan jelas".
"gawat deh ini, kalau samapi dia tahu".
perlu diketahui , mereka berdua telah berteman baik selama bebrapa tahun, telah saling mengenal satu sama lain. mengajak mneikah orang tadi, ia merasa belum siap. akhirnya ia simpan saja perasaanya dalam hati dan diari. rencananya melupakan orang tadi menemui ganjalan sekali lagi, tapi ia telah bertekad untuk menjaga komitemen terhadap dirinya sendiri. memutuskan untuk menatap masa depannya. semoga ini adalah awal yang baik bagi langkahnya kedepan. semoga saja
kisah yang mirip-mirip bukan? pelajaran bagiku.
mata tiba-tiba berawan dan gerimis, tenggorokan terasa tercekat. ini yang terjadai beberapa hari ini padaku. gara-gara baca bukunya Abdurahman Faiz, Nadia: kisah dari Negeri yang menggigil, tanpa sadar mata tahu-tahu sudah basah, hidung banjir dan suara tiba-tiba jadi parau. pusinya luar biasa keren!!! bahkan sejak pertama melihat buku ini dipameran beberapa bulan lalu, membaca sampul belakangnya saja mataku sudah berembun.
tertulis begini disampul belakang buku Faiz:
"Untuk Nadya dan semua yang ingin menulis langit, aku persembahkan puisi dari negeri kurcaci dan bidadari. juga kisah dari negeri yang menggigil. mungkin bisa sedikit menyalakan nurani. menyalakan lagi cinta dan cita kita."
setelah membaca isinya banjir deh. kata-katanya sungguh luar biasa untuk anak dengan usia biologis yang masih begitu muda. tahun ini saja usianya baru 13 tahun, tapi kata-kata yang dialirkannya begitu dalam dan sarat makna. cobalah simak pusinya berikut ini, memotret kehidupan negerinya.
Kisah dari Negeri yang Menggigil
(untuk adinda: Khaerunisa)
Kesedihan adalah kumpulan layang-layang hitam
yang membayangi dan terus mengikuti
hinggap pada kata-kata
yang tak pernah sanggup kususun
juga untukmu, adik kecilBelum lama kudengar berita pilu
yang membuat tangis seakan tak berarti
saat para bayi yang tinggal belulang
mati dikerumuni lalat karena busung lapar
: aku bertanya pada diri sendiri
benarkah ini terjadi di negeri kami?Lalu kulihat di televisi
ada anak-anak kecil
memilih bunuh diri
hanya karena tak bisa bayar uang sekolah
karena tak mampu membeli mie instan
juga tak ada biaya rekreasiBeliung pun menyerbu
dari berbagai penjuru
menancapi hati
mengiris sendi-sendi diri
sampai aku hampir tak sanggup berdiri
: sekali lagi aku bertanya pada diri sendiri
benarkah ini terjadi di negeri kami?Lalu kudengar episodemu adik kecil
Pada suatu hari yang terik
nadimu semakin lemah
tapi tak ada uang untuk ke dokter
atau membeli obat
sebab ayahmu hanya pemulung
kaupun tak tertolongAyah dan abangmu berjalan berkilo-kilo
tak makan, tak minum
sebab uang tinggal enam ribu saja
mereka tuju stasiun
sambil mendorong gerobak kumuh
kau tergolek di dalamnya
berselimut sarung rombengan
pias terpejam kakuAirmata bercucuran
peluh terus bersimbahan
Ayah dan abangmu
akan mencari kuburan
tapi tak akan ada kafan untukmu
tak akan ada kendaraan pengangkut jenazah
hanya matahari mengikuti
memanggang luka yang semakin perih
tanpa seorang pun peduli
: aku pun bertanya sambil berteriak pada diri
benarkah ini terjadi di negeri kami?Tolong bangunkan aku, adinda
biar kulihat senyummu
katakan ini hanya mimpi buruk
ini tak pernah terjadi di sini
sebab ini negeri kaya, negeri karya.
Ini negeri melimpah, gemerlap.
Ini negeri cintaAh, tapi seperti duka
aku pun sedang terjaga
sambil menyesali
mengapa kita tak berjumpa, Adinda
dan kau taruh sakit dan dukamu
pada pundak iniDi angkasa layang-layang hitam
semakin membayangi
kulihat para koruptor
menarik ulur benangnya
sambil bercerita
tentang rencana naik haji mereka
untuk ketujuh kalinyaAku putuskan untuk tak lagi bertanya
pada
diri, pada ayah bunda, atau siapa pun
sementara airmata menggenangi hati dan
mimpi.: aku memang sedang berada di negeriku
yang semakin pucat dan menggigil
ada lagi pusinya yang lain yang juga membuatku terus berkaca-kaca, bahkan setelah sekian kali membacanya. pun ketika blog ini kutulis, mataku tak mampu membendung luapan cairan mataku.
Love by Czeslaw Milosz
Love means to learn to look at yourself
The way one looks at distant things
For you are only one thing among many.
And whoever sees that way heals his heart,
Without knowing it, from various ills—
A bird and a tree say to him: Friend.
Then he wants to use himself and things
So that they stand in the glow of ripeness.
It doesn’t matter whether he knows what he serves:
Who serves best doesn’t always understand.
akhir-akhir ini sering banget denger curhat cinta sampe bosen. mana yang diceritakan satu sama lain mirip-mirip lagi, padahal orangnya beda-beda yang cerita. semua tentang "cinta dalam hati" (kayak judul lagu aja he.he.), cinta bertepuk sebelah tangan dan tentang "melupakan" cinta. halah ga napsu dengerinnya, bosan-bosan (semoga saja sepekan ini ga ada lagi yang cerita cinta begini). tidak adakah topik lain yang lebih menarik untuk dibicarakan? saat sedang jalan-jalan di internet, nemulah site yang memuat puisi-puisi karya Czeslaw Milosz yang kutipan pusinya pernah ku baca di catatan pinggir Goenawan Mohammad. sebenarnya banyak judul dan tema yang disampaikan. tapi berhubung sering dengar cerita cinta, puisi satu ini saja yang ditampilkan. singkat tapi bermakna (naenonan ger. ger)
tiba-tiba kog kangen sama mbah uti di Lampung. dah lama memang ga sowan ke beliau. terakhir ketemu januari tahun ini. dampak dari lama ga pulang kerumah, ga bisa ketemu mbah uti. rindu wejangan beliau, doa-doa panjang yang dihaturkan tiap kali berjumpa, gurauan dan canda mbah uti, kangen berat dengan masakan mbah uti yang nikmat tiada dua, sayur nangka, serundeng, surabi jawa yang manis, sayur peso, semur daging ala mbah utiku.
mbah utiku ini luar biasa banget lho, sudah sepuh tapi tetap melakukan semua aktifitas sendiri. mungkin karena terbiasa mandiri sejak kecil dan mengurus 11 orang anak. mulai dari beres-beres rumah, ngurusin tanaman kesayangan, masak, nyuci pakaian dan piring, belanja ke pasar, semua dilakukan sendiri. hanya urusan cabut-menyabut rumput dihalaman, dan listrik saja yang sesekali meminta bantuan orang lain. belau lebih suka mengerjakan semua sendiri, daripada bengong dan nganggur demikian alasannya. setelah mbah kakung mangkat, mbah uti lebih memilih tinggal sendiri dirumah ketimbang tinggal bersama anak-anaknya. lebih tenang kata beliau. untunglah rumah mbah uti berdekatan dengan pak de, bude, bulek dan ibuku, bertetangga malah. jadi beliau sekalipun tinggal sendiri tetap dikelilingi anak-anak dan cucu-cucu. memang tidak semua berdekatan dengan beliau, terutama cucu-cucunya yang tengah mencari ilmu dan penghidupan di sebrang lautan. aku ini salah satunya. jadi makin kangen pengen ketemu
Ya Alloh jagalah mbah utiku, limpahkan karunia dan rahmat Mu. berikan kesehatan, bahagiakan hidup beliau serta jadikan kami anak dan cucu yang saleh dan salehah. ijinkan aku membahagiakan dan membuat beliau bangga Ya Alloh. amiin
Anggraeni Oktavia nama yang diberikan bapak ibuku tak berapa lama setelah kelahiranku, nama yang masih terus ku pakai hingga hari ini. suatu kali aku pernah bertanya pada bapak tentang makna namaku, menurut beliau namaku diambil dari nama tokoh pewayangan yang bernama dewi Anggraeni, seorang tokoh yang cantik dan berbudi. selain itu Angraeni juga diambil dari nama bunga, anggrek. Bapak Ibuku berharap dengan diberi nama Anggraeni putrinya menjadi orang yang cantik budi seperti Dewi Anggraeni, indah, bernilai dan berarti dalam kehidupan layaknya bunga anggek. sedangkan Oktavia sendiri karena aku dilahirkan pada bulan Oktober.
sejak aku mendengar bahwa namaku diambil dari salah satu tokoh pewayangan, aku tidak pernah berusaha mencari tahu tentang kisah Dewi Anggraeni. pun bapak ibuku tidak pernag berkisah secara khusus tentang dewi Anggraeni. hingga kemudian setelah bertahun-tahun aku merasa penasaran seperti apa sosok dewi Anggraeni itu. kisah apa yang terjadi padanya. akhirnya aku menemukan sepenggal saja kisah tentang dewi Anggraeni dalam drama pewayangan. ternyata tokoh dewi anggraeni ini muncul dalam banyak versi cerita perwayangan Indonesia.
dalam wayang Purwa yang berkisah tentang Mahabrata dan Ramayana, dewi Anggraeni adalah salah satu tokoh cerita Mahabrata. dalam kisah tersebut Dewi Anggraeni adalah istri Prabu Ekalaya/Palgunadi, rajanegara Paranggelung. Ia berwajah cantik karena putri hapsari/bidadari Warsiki. Dewi Anggraini mempunyai sifat dan perwatakan; setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun), menarik hati dan sangat berbakti terhadap suami. dikisahkan bahwa suatu hari Dewi Anggraeni dikejar segerombolan Raksasa, kemudian ia masuk ke dalam gua tempat dimana Arjuna tengah bertapa. karena merasa terusik, arjuna bangun dari tapanya, demi mengetahui Dewi Anggraeni yang diganggu Raksasa, arjunapun kemudian menolongnya. melihat kecantikan Dewi Anggraeni, Arjuna pun merasa tertarik dan merayu Dewi Anggraeni. Arjuna menawarakan agar Dewi Anggraeni membalas jasanya dengan tubuhnya. Sebagai perempuan berbudi yang telah bersuami, dewi Anggraeni menolak ajakan Arjuna yang tampan, dan melarikan diri hingga tereperosok ke jurang, yang kemudian diselamatkan oleh ibunya. saat pulang ia bercerita kejadian yang dialami kepada suminya, yang mengakibatkan suaminya marah besar dan menantang arjuna bertarug. singkat cerita suami dewi anggraeni meninggal dunia, akan tetapi Arjuna tetap bersikeras ingin memiliki dewi Anggraeni, demi menajaga cinta pada suamniya serta kehormatan dirinya, dewi Anggraeni memilih untuk menghujamkan centrik kedadanya sendiri. ia mati.

Tokoh Dewi Anggraeni juga muncul dalam wayang Gedog atau Wayang Panji yaitu wayang yang memakai cerita dari serat Panji. dalam salah satu lakonnya, terdapat cerita tentang Dewi anggraeni. dewi Anggraeni adalah adalah putri Patih Kudanawarsa, yang dipersunting oleh Panji Inukertapati, putra mahkota Jenggala yang sejak lahir telah dijodohkan dengan Dewi Sekartaji. karena cinta yang begitu mendalam kepada Dewi Anggraeni yang cantik dan santun, Panji Inukertapati menentang perjodohan tersebut, dan tetap menikahi Dewi Anggraeni. bahkan Ia rela kehilangan haknya menajadi putra mahkota, karena tidak ingin menikahi dewi sekartaji yang adalah putri seorang raja, dan menjadikan Dewi Anggraeni sebagai selir sekalipun hal tersebut tidak ditenang dewi Anggraeni. akibatnya ayah Panji Inukertapati yang adalah seorang raja merasa berang dan memerintahkan Patih Kudanawarsa membunuh dewi Anggraeni, yang tidak lain adalah putrinya. Karena kesanggupan Kudanawarsa dianggap meragukan, maka Prabu Lembu Amiluhur, ayah Panji Inukertapai, kemudian memerintahkan putra sulungnya, Panji Brajanata segera untuk mendahului ke Pranajiwan. dikisahkan bahwa Dewi Anggareni kemudian mengakhiri hidupnya sendiri dengan keris yang diberikan raja untuk membunuhnya yang dibawa oleh kakak iparnya, karena melihat keraguan kakak iparnya dalam manjalankan tugas dari raja. setelah kematiannya, Dewi anggareni menitis dalam tubuh dewi sekartaji, yang pada akhirnya di nikahi oleh panji inukertapati. Dalam Wayang Purwa disebutkan, bahwa Batari Sri Widawati berturut-turut menitis dan menjelma menjadi Dewi Citrahoyi, Dewi Ragu, Dewi Sinta, dan Dewi Wara Subadra. Setelah kisah pewayangan sampai pada Wayang Gedog, Batari Sri Widawati masih menjelma lagi menjadi dua tokoh, yaitu Dewi Angrraeni dan Dewi Sekartaji. sedangkan Panji Inukertapati disebutkan sebagai titisan Dewa Wisnu yang tidak lain adalah pasangan Batari Sri Widawati.
demikianlah sedikit kisah tentang dewi Anggraeni dalam drama pewayangan baik wayang purwa maupun wayang gedog. keduanya digambarkan sebagai sosok yang cantik, baik budi, santun, dan sangat mencintai pasangannya. akan tetapi keduanya memiliki akhir hidup yang tragis menurutku, mengakhiri sendiri hidupnya demi cinta. kisah yang sama sekali tidak ingin kualami, cukup sifat dan perangai dewi anggraeni saja yang patut diteladani, tapi tidak kisah cintanya ataupun akhir hidupnya. (dari berbagai sumber)
saat masih bayi, cukup titipkan anak ke baby sitter.
saat usia pra-sekolah, titipkan saja ke play group dan taman kanak-kanak
saat berusia 6-12 tahun, titipkan ke SD kalau perlu full day school.
saat usia 12-15 tahun, titipkan ke SMP dan tempat les atau kelompok pertemanan.
saat usia 15-18 tahun, titipkan ke SMU dan gengnya.
saat anak berulah dengan gengnya, titipkan saja ke kantor polisi.
saat sidang selesai digelar, titipkan anak ke penjara.
makin hari kekerasan yang dilakukan ana-anak dan remaja maikin meningkat. hal yang sungguh memprihatinkan. setelah geng motor yang sempat mencuat dimedia beberapa waktu lalu, sekarang muncul kekerasan yang dilakukan remaja putri; geng Nero. makin memprihatinkan saja generasi muda kita, akan seperti apa bangsa ini dimasa mendatang. menunggu kebijakan pemerintah pasti makan waktu lama, keluarga sebagai tempat utama penenaman nilai, harus benar-benar menjalanjalankan perannya. jadi garda utama mendidik anak-anak, agar tidak berakhir di penjara. para orang tua hendaknya semakin sadar bahwa anak adalah benar-benar titipan Alloh, ia manusia, a human being, bukan barang yang untuk membentuk karakternya cukup dititip-titipkan saja.
ditengah keprihatinanku akan maraknya kekerasan berkelompok yang dilakukan anak dan remaja.
kejadian ini baru saja kualami siang tadi. saat hendak menuju jatinangor dari bandung atau sebaliknya, Damri adalah kendaraan termudah dan murah yang bisa ku tumpangi. siang tadi ketika mendekati Pangdam (pangkalan Damri) di Dipati Ukur, telingaku dikejutkan oleh suara mendengung dari kendaraan yang tengah melintas pelan. sebuah sedan warna merah hati. karena jalanan sedang sepi,sholat jum’at tengah berlangsung ketika itu. sedan tadi tampak begitu mencolok dan menarik perhatian orang-orang di jalanan. yang lebih menarik tentu saja suara knalpotnya yang benar-benar memekakkan telinga. bukan hanya aku yang merasa terganggu, bahkan bapak-bapak pegawai damri (sopir dan kernet) yang tengah duduk-duduk sempat mengumpat dan merasa geram dengan suara yang ditibulkan sedan merah tadi. sempat kudengar seorang bapak berujar dalam bahasa sunda yang kira-kira artinya begini,
" seperti dunia milik sendiri saja, punya mobil bagus tapi ga punya sopan santun. apa dulu tidak pernah belajar".
duh kalimat yang bikin telinga merah juga, semerah ketika mendengar suara mobil merah hati tadi.
Masya Alloh, dalam hati aku bergumam, kog masih ada orang norak begitu di jaman ini, seenaknya mengendarai mobil, menghilangkan kenyamanan milik banyak orang dengan santainya, merasa bahagia dan bangga karenanya. apa siy bahagianya membuat orang lain tidak nyaman? duh ga banget deh. sempat bernegatif thinking terhadap pengendara tadi, apa niy orang mau pamer mobil merahnya yang dah tua itu? tidak ada yang menarik selain warna merah dan suara menderunya bagiku. apa baru jadi orang kaya, terus pengen di liat orang sepanjang jalan? saking merasa terganggunya jadi bertanya-tanya kira-kira tuh orang kalo lagi sakit gigi parah, tiba-tiba ada motor atau mobil yang suaranya meraung-raung seperti mobilnya melintas didekatnya berkali-kali bakal terganggu gak ya? pengen marah-marah gak ya? kira-kira bakal ngapain tuh orang, mengumpat seperti bapak-bapak di Pangdam atau berkata kalimat yang sama seperti yang kudengar tadi siang dari seorang bapak. lempar sendal, lapor polisi atau bakal gimana ya?
apa sulitnya siy sedikit saja menghargai hak orang lain. toh tanpa memodifikasi mobilnya menjadi sebising itu, tetap saja kendaraanya bisa melaju kemanapun dia mau. tanpa mendapat umpatan dari banyak orang tentu saja. bukankah lebih menyenangkan ketika melakukan sesuatu yang paling sedikit merugikan orang lain. membahagiakan banyak orang lebih bagus lagi tentu saja.
sudut kosanku, 13 juni 2008
diantara kekisruhan dan kejengkelan
Kenali tanda-tanda orang yang sulit mengendalikan nafsu belanja:
1. Membeli barang yang sama dalam jumlah banyak, hanya warnanya saja yang berbeda. Semuanya lalu hanya disimpan dalam lemari, masih lengkap dengan label harganya, tanpa pernah dipakai.
2. Selalu membeli barang yang sedang digandrungi banyak orang. Jika tak ikut membeli, merasa diri tak mengikuti tren, tak berarti, dan tak “dilihat” orang lain.
3. Mudah “dikompori” orang lain untuk berbelanja. Jika tak mengiyakan dorongan mereka, Anda khawatir dicap tidak “gaul” atau tidak mampu.
4. Merasa harga diri akan turun bila tak ikut berbelanja seperti yang dilakukan teman-teman saat bepergian bersama Anda.
5. Sering cemas memikirkan kalau-kalau barang yang Anda sukai atau sedang Anda incar akan keburu dibeli orang lain.
6. Tak pernah melewatkan acara diskon dengan berbelanja banyak, melebihi kebutuhan dan kemampuan. Kartu kredit dan kartu diskon tak pernah lupa dimanfaatkan untuk membayar hobi Anda ini, sehingga utang terus menumpuk.
7. Senang membeli barang “wah” dan satu set, mulai dari ujung kepala sampai kaki, hanya agar dikagumi.
8. Membeli barang berdasarkan keinginan sesaat, dan menyesal kemudian setelah membayarnya.
"pernahkah ada perdamaian diatas bumi, selagi orang miskin bekerja untuk memberi makan orang kuat dan menyumpal para tiran. Tidakkah anda sadari betapa kekacauan terjadi di negeri ini. para pemungut pajak yang korup menindas massa yang bodoh untuk kepentingan sendiri… Berpikirlah tentang warga ngeri anda yang berbadan remuk, digerogoti kemiskinan dan kelaparan"
Al-Ghazali dalam suratnya kepada Mujiruddin seorang wazir pemerintahan Saljuk
nyalain TV ternyatas edang ada liputan "penangkapan besar-besaran" laskar FPI di petamburan. sedikit terkejut melihat banyaknya aparat yang dikerahkan untuk melakukan penangkapan. kalau kata wartawan TV One ada sekitar 20 truk polisi yang mengangkut petugas. kalau satu truk mampu menampung 40 orang, bisa dihitung tuh berapa aparat yang dikerahkan. angka yang fantastis 800 orang, untuk menangkap laskar FPI. ini aparat yang berseragam lho. jumlahnya mungkin juga bisa lebih banyak. serasa berlebihan aku melihatnya. menangkap orang yang dianggap teroris saja tidak sebanyak ini jumlah aparat yang dikerahkan. lebay.