Kisah Cinta Dewi Anggraeni

Posted on June 21, 2008 by rain-ger.
Categories: corat-coret.

Anggraeni Oktavia nama yang diberikan bapak ibuku tak berapa lama setelah kelahiranku, nama yang masih terus ku pakai hingga hari ini. suatu kali aku pernah bertanya pada bapak tentang makna namaku, menurut beliau namaku diambil dari nama tokoh pewayangan yang bernama dewi Anggraeni, seorang tokoh yang cantik dan berbudi. selain itu Angraeni juga diambil dari nama bunga, anggrek. Bapak Ibuku berharap dengan diberi nama Anggraeni putrinya menjadi orang  yang cantik budi seperti Dewi Anggraeni, indah, bernilai dan berarti dalam kehidupan layaknya bunga anggek. sedangkan Oktavia sendiri karena aku dilahirkan pada bulan Oktober.

sejak aku mendengar bahwa namaku diambil dari salah satu tokoh pewayangan, aku tidak pernah berusaha mencari tahu tentang kisah Dewi Anggraeni. pun bapak ibuku tidak pernag berkisah secara khusus tentang dewi Anggraeni. hingga kemudian setelah bertahun-tahun aku merasa penasaran seperti apa sosok  dewi Anggraeni itu. kisah apa yang terjadi padanya. akhirnya aku menemukan sepenggal saja kisah tentang dewi Anggraeni dalam drama pewayangan. ternyata tokoh dewi anggraeni ini muncul dalam banyak versi cerita perwayangan Indonesia.

Anggrainisologifdalam wayang Purwa yang berkisah tentang Mahabrata dan Ramayana, dewi Anggraeni adalah salah satu tokoh cerita Mahabrata. dalam kisah tersebut Dewi Anggraeni adalah  istri Prabu Ekalaya/Palgunadi, rajanegara Paranggelung. Ia berwajah cantik karena putri hapsari/bidadari Warsiki. Dewi Anggraini mempunyai sifat dan perwatakan; setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun), menarik hati dan sangat berbakti terhadap suami. dikisahkan bahwa suatu hari Dewi Anggraeni dikejar segerombolan Raksasa, kemudian ia masuk ke dalam gua tempat dimana Arjuna tengah bertapa. karena merasa terusik, arjuna bangun dari tapanya, demi mengetahui Dewi Anggraeni yang diganggu Raksasa, arjunapun kemudian menolongnya. melihat kecantikan Dewi Anggraeni, Arjuna pun merasa tertarik dan merayu Dewi Anggraeni. Arjuna menawarakan agar Dewi Anggraeni membalas jasanya dengan tubuhnya. Sebagai perempuan berbudi yang telah bersuami, dewi Anggraeni menolak ajakan Arjuna yang tampan, dan melarikan diri hingga tereperosok ke jurang, yang kemudian diselamatkan oleh ibunya. saat pulang ia bercerita kejadian yang dialami kepada suminya, yang mengakibatkan suaminya marah besar dan menantang arjuna bertarug. singkat cerita suami dewi anggraeni meninggal dunia, akan tetapi Arjuna tetap bersikeras ingin memiliki dewi Anggraeni, demi menajaga cinta pada suamniya serta kehormatan dirinya, dewi Anggraeni memilih untuk menghujamkan centrik kedadanya sendiri. ia mati.

Angraenijpg_wayang_gedog
Tokoh Dewi Anggraeni juga muncul dalam wayang Gedog atau  Wayang Panji yaitu wayang yang memakai cerita dari serat Panji. dalam salah satu lakonnya, terdapat cerita tentang Dewi anggraeni. dewi Anggraeni adalah adalah putri Patih Kudanawarsa, yang dipersunting oleh Panji Inukertapati, putra mahkota Jenggala yang sejak lahir telah dijodohkan dengan Dewi Sekartaji. karena cinta yang begitu mendalam kepada Dewi Anggraeni yang cantik dan santun, Panji Inukertapati menentang perjodohan tersebut, dan tetap menikahi Dewi Anggraeni.  bahkan Ia rela kehilangan haknya menajadi putra mahkota, karena tidak ingin menikahi dewi sekartaji yang adalah putri seorang raja, dan menjadikan Dewi Anggraeni sebagai selir sekalipun hal tersebut tidak ditenang dewi Anggraeni. akibatnya ayah Panji Inukertapati yang adalah seorang raja merasa berang dan memerintahkan Patih Kudanawarsa membunuh dewi Anggraeni, yang tidak lain adalah putrinya.  Karena kesanggupan  Kudanawarsa dianggap meragukan, maka Prabu Lembu Amiluhur, ayah Panji Inukertapai, kemudian memerintahkan putra sulungnya, Panji Brajanata segera  untuk mendahului ke Pranajiwan. dikisahkan bahwa Dewi Anggareni kemudian mengakhiri hidupnya sendiri dengan keris yang diberikan raja untuk membunuhnya yang dibawa oleh kakak iparnya, karena melihat keraguan kakak iparnya dalam manjalankan tugas dari raja. setelah kematiannya, Dewi anggareni menitis dalam tubuh dewi sekartaji, yang pada akhirnya di nikahi oleh panji inukertapati. Dalam Wayang Purwa disebutkan, bahwa Batari Sri Widawati berturut-turut menitis dan  menjelma menjadi Dewi Citrahoyi, Dewi Ragu, Dewi Sinta, dan Dewi Wara Subadra. Setelah kisah pewayangan sampai pada Wayang Gedog, Batari Sri Widawati  masih menjelma lagi  menjadi dua tokoh, yaitu Dewi Angrraeni dan Dewi Sekartaji. sedangkan Panji Inukertapati disebutkan sebagai titisan Dewa Wisnu yang tidak lain adalah pasangan Batari Sri Widawati.

demikianlah sedikit kisah tentang dewi Anggraeni dalam drama pewayangan baik wayang purwa maupun wayang gedog. keduanya digambarkan sebagai sosok yang cantik, baik budi, santun, dan sangat mencintai pasangannya. akan tetapi keduanya memiliki akhir hidup yang tragis menurutku, mengakhiri sendiri hidupnya demi cinta. kisah yang sama sekali tidak ingin kualami, cukup sifat dan perangai dewi anggraeni saja yang patut diteladani, tapi tidak kisah cintanya ataupun akhir hidupnya. (dari berbagai sumber)

6 comments.



  Dini Anggreini
Comment on November 17th, 2008.

Thx a lot,
Nana sy jg Anggreini,
Saya bru tahu arti nama yg slm ini saya rasa ‘aneh’ krn b’bgai versi -aeni,-aini dan -eini, td malam d mjlh,
Dan anda tlh mbri saya gmbrn yg lbih jelas..
Sekali lg, terima kasih!

Comment on November 17th, 2008.

terimaksih kembali mbak Dini Anggreini. memang banyak versi penulisan nama kita. karena banyak vesi, nama saya sering sekali salah tulis mislanya di absen atau sertifikat sering jadi “anggraini” mbak majalah apa yang dibaca? saya juga ingin tahu

  dini
Comment on January 16th, 2009.

Maaf bru bisa konfirmasi

Majalah GADIS tahun 2008
saya tidak tahu persis edisinya.
Ulasannya mirip ulasan mba’..

saya lumayan kaget akan arti nama ini, krn orang2 mganggap saya orang Jawa, pdhl saya asli Minang. Hhhaha

Comment on January 20th, 2009.

terimaksih uni dini, saya kira juga orang jawa lho.

mungkin sumbernya sama ya, ensiklopedi wayang, jadi mirip.

  Bunga anggraeni
Comment on April 19th, 2009.

Mbak, aku baru baca artikelnya setelah googling namaku sendiri. Nama lengkapku sendiri Bunga Dewi Anggraeni. setelah baca baru ngeh namaku berat juga ya? hehehe
tapi artikelnya sangat eye-opening. sayang endingnya tragis mulu yaaa??
mudah2an kita enggak kaya gt ya, amin…

Comment on April 19th, 2009.

salam kenal mbak bunga anggraeni. semua karakter dewi anggraeni saya sukua, tapi paling tidak suka dengan akhir hidupnya. Insya Alloh kita bisa lebih baik ya mbak

Leave a comment

Names and email addresses are required (email addresses aren't displayed), url's are optional.

Comments may contain the following xhtml tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>