You are looking at posts that were written in the month of September in the year 2008.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Aug | Oct » | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | |||||
pulang dari Bandung rabu kemarin, seperti biasa Damri adalah kendaraan pilihan. naik dari pintu tol mohammad Toha, Terpaksa harus berdiri. tak mengapa toh hanya 20 menit lagi sampai Jatinangor. bosan melihat penumpang yang berjubel, ku arahkan padangan ke jendela sebelah kanan. pandangan mampir sejenak ke deretan bangku disebelahku, nampak dua orang ibu-ibu dan seorang teteh-teteh. Ibu yang pertama tengah asyik melamun, si teteh sedang asyik melihat pemandangan dan ibu yang satu lagi sedang menekuni majalah ditangannya. nampak asyik sekali ia membaca, sepertinya menarik sekali yang dibaca sampai si ibu tersenyum teru saat membeca artikel di majalah itu. dari tempatku berdiri nampaklah apa yang tengan di baca Ibu yang kira-kira seumuran Budeku itu. dari jauh nampak tulisan yang dicetak miring dengan pilihan huruf yang indah, Sagitarius demikian yang tertulis. meliahat sekilas saja pasti tahu kolom apa yang dibaca si Ibu. Yup.. “Ramalan Bintang”.
meliaht Ibu tadi aku hanya senyum-senyum sendiri, dalam hati berkata “ternyata Ramalan Bintang juga laku sama ibu-ibu”. aku pikir selama ini yang membaca dan percaya ramalan bintang hanya para ABG saja. kukira makin dewasa seseorang, ia akan makin rasional. ramalan bintang yang tidak bisa di akui kebenarannya itu, adalah sesuatu yang tidak rasional, jadi pasti tidak akan dipercayai. menurutku membaca ramalan bintang sudah pasti hanya seperti memasukkan sampah ke otak dan hati, apalagi kalau sampai memercayainya. aku masih tidak bisa mengerti ketika seseorang percaya pada ramalan Bintang. bagian mana siy dari ramalan Bintang yang bisa diyakini kebenarannya? kalau alasannya supaya tidak salah mengambil putusan dan hati-hati saat bertindak dimasa datang, bukankah tanpa ramalan bintang pun bisa dilakukan. masalah benar atau salah suatu keputusan, hanya bisa diketahui setelah putusan itu diambil dan dikerjakan? bertindak hati-hati juga tidak harus menunggu ramalan bintang, kapanpun harus berhati-hati. kalau menurutku mereka yang membaca dan percaya ramalan bintang, sebenarnya lari dari realitas dan tengah mencari kambing hitam. ketika ramalan bintang mengatakan yang indah-indah yang akan terjadi kemuka, ia jadi berangan-angan seakan-akan yang dikatakan ramalan bintang adalah nyata, padahal tidak demikian adanya. ketika sesuatu yang buruk terjadi, ia akan menyalahkan ramalan bintangnya yang buruk ketika itu.
“Mbak angkatan berapa? oh.. 2003. kenal kak Habibi gak?” pertanyaan yang hampir selalu kuterima tiap kali berkenalan dengana adik kelas SMA yang lulus antara tahun 2006 hingga 2008 terutama para cewek. seperti kemarin sabtu, saat alumni SMA yang di Bandung dan Jatinangor mengadakan Buka Puasa Bersama di Jatinangor, pertanyaan serupa kembali dilontarkan padaku. belive it or not, sekalipun saat mereka masuk SMA kak habibi sudah lulus, ternyata mereka tahu banyak lho soal kakak kelasnya satu ini. mulai dari rumahnya, prestasinya sampai aktifitas terakhirnya. weleh-weleh…. maklum, nama orang yang mereka tanyakan padaku itu memang “seleb” SMAN 1 Pringsewu dan SMPN 1 Pringsewu. tapi gak nyangka ternyata alumni 2002 ini begitu tersohor hingga beberapa angkatan ke bawah. curiga pada punya fotonya juga he..he… (semoga yang diomongin gak bersin-bersin atau tersedak he..he..).
setelah pertanyaan pertama dan kedua terjawab, muncul pertanyaan ke tiga, “kog mbak bisa kenal siy?”. GUBRAK!!!!” dalam hati berkata, “lha 2002 dan 2003 itukan satu sekolah 2 tahun, at least pernah liatlah”. kujelaskan secara singkat bahwa kami dulu satu pengurusan OSIS di SMA. setelah pertanyaan ini dijawab, biasanya mereka akan bercerita tentang kak Habibi yang mereka kenal, sambil sesekali menanyakan sesuatu untuk memastikan kebenaran data yang mereka punya padaku. beberapa tidak mampu ku jawab, secara gwa gak tau sedetil itu. karena penasaran darimana mereka tahu banyak tentang “seleb” ini, aku iseng nanya. “kog tahu banyak soal kak Habibi, masih sodara ya?” lalu apa jawab mereka? “gak kog mbak, cuma tahu aja, diakan terkenal banget. ketua OSIS-kan mbak, bla.bla..”aku hanya ber-oh saja mendengar jawaban mereka sambil senyum sendiri.
aku siy fine aja ditanyai soal “si seleb” dan mendengar ceritanya berulang-ulang. but to be honest, pengen juga dengar cerita tentang teman-temanku yang lain yang mungkin mereka kenal juga. apalagi kebanyakan alumni SMAN 1 Pringsewu ternyata saling berkerabat atau sekedar bertetangga, setidaknya ada satu dua orang yang mereka kenal. dan faktanya beberapa orang adik kelas yang baru kukenal ternyata adalah adik, saudara atau karib, teman-teman SMA-ku. dengan begitu aku jadi dapat up date kabar terbaru dari mereka, beberapa sudah hilang kontak sejak kelulusan SMA dulu. tapi ternyata obrolan tenatang “si seleb”, lebih menarik hati mereka.
sejak Ias adikku keluar rumah (baca :kos), aku jadi punya kebiasaan baru, yaitu meneleponnya. saat dia masih di rumah, aku yang biasanya ditelepon, pake pulsa bapak tentu saja. kemarin malam setelah buka puasa aku telepon ias adikku, kami mengobrol banyak hal, tentang puasanya, kegiatan kampusnya yang cukup menguras tenaga akhir-akhir ini, maklum mahasiswa baru, tak lupa obrolan tentang orang rumah. ada yang menarik dari obrolanku dengan ias semalam, tak biasanya ias menangis ditelepon, tapi malam tadi hampir 30 menit lamanya ia tersedu-sedu di ujung telepon sana. ada beberap sebab mengapa ia bercucuran air mata semalam. tapi sebab utamanya adalah kelelahan fisik dan psikologis sebagai mahasiswa baru. pekan ini Ospek jurusan sudah dimulai, konsekuensinya harus pergi pagi buta dan pulang menjelang malam. belum lagi teriakan dari para senior yang menurut adikku berlebihan. seperti halnya Ospek yang dulu kulalui, tiap hari pasti ada sesi senior marah-marah dan menghukum para mahasiswa baru. nah, kata adikku, di THP unila mahasiswa dan mahasiswi diperlakukan berbeda. saat ospek, mahasiswi cukup di marahi saja saat evaluasi, tapi bagi mahasiswa selain dimarahi, mereka juga mendapat kekerasan fisik, misalnya ditampar. adikku siy tidak menyaksikan secara langsung, karena mahasiswi baru harus menutup mata bila para mahasiswa mendapat perlakuan tersebut. kondisi ini yang membutanya justru merasa lebih tertekan dan takut. karena hanya mendengar, imajinasinya bisa lebih parah dari kenyataan sebenarnya. terlebih lagi selama ini dia hidup di lingkungan yang amat tentram dan nyaman. di rumah suara bentakan hampir tidak pernah terdengar apalagi kekerasan fisik, tidak pernah dilihat atau didengar kecuali ditelevisi. Ospek SMP dan SMU-nya pun sangat wajar, jauh dari kekerasan fisik. jadilah Ias merasa stress dengan segala prosesi penyambutan mahasiswa baru dikampusnya itu.
gara-gara kelelahannya, dengan aktifitas kampus, ada hal yang menggelikan sebenarnya buatku yang terjadi pada adikku, tapi gak sopan kalau aku ngetawain dia gara-gara ini, yaitu dia merasa tidak mendapatkan perhatian bapak sejak kuliah ini. sambil sesenggukan, ias cerita kalau bapak tidak pernah meneleponny. menurutku siy wajar saja, lha wong dia sering sekali pulang ke rumah dan ketemu bapak. hampir tiap akhir pekan sejak mulai kos, bahkan pekan awal ramadhan, ias gak tinggal dikosan, bolak-balik rumah-kampus. baru benar-benar kos, sekitar 6 harian ini. lalu, pekan lalu, hari sabtu kalau tidak salah, baru saja ketemuan sama bapak di Unila, pake acara buka bareng segala lagi.bagi adikku, masalah tidak ditelepon beberapa hari adalah big deal. tapi anehnya dia sendiri gak pernah menghubungi orang rumah, sekedar sms saja gak pernah. maunya dia yang dihubungi. aku sendiri sebenarnya sedikit memaklumi perasaan adikku, bungsu satu ini memang gak pernah jauh dari rumah, dan selama ini selalu kemana-mana dengan bapak. pergi les gak ada temennya pasti diantar jemput bapak, berangkat sekolah kesiangan 5 menit saja minta diantar, daftar kuliah semuanya diurusi bapak.
hal lain yang bikin nangis semalam, adalah kemungkinan ia tidak pulang selama beberapa pekan, karena ospeknya full. bingung kapan bisa ambil uang saku kalau tidak bisa pulang. takut kehabisan uang. padahal ada solusi mudah untuk itu, tabungannya memang belum jadi, tapi bapakku kan tiap kamis, jumat, sabtukan pasti ke Unila sampai sore. gampang banget tinggal janjian ketemuan. dasar Ias, lagi gak bisa logis, hal yang sebenarnya mudah jadi nampak seperti karang terjal yang sulit didaki.
D I A
Cipt : Tito Sumarsono
Marilah kita mulai peduli
Anak anak Down syndrome
Mereka juga seperti kita
Punya kesempatan
Janganlah kita membedakan
Karena kita satu pencipta
Dia dan kita sama sejajar
Untuk menjadi yang terbaik
Reff:
Dia juga dapat bermain
Dia juga dapat belajar
Dia juga teman kita semua
(Mari mulai peduli)
Dia juga sama dan kita
beberapa waktu lalu aku menerima sebuah e-mai dari seorang yang belum kukenal. memprioritaskan membuka dan membalas e-mail temanku, email dengan subject "tenang DS", tersebut sedikit aku abaikan hingga kemudian terbuka secara tidak sengaja, karena salah tekan. ternyata e-mail tak dikenal tersebut kiriman dari seorang yang memiliki perhatian besar terhadap orang dengan Down Syndrome atau DS. ia memiliki seorang teman yang adalah seorang dengan DS, sama seperti masku. membaca e-mail dari si mbak, aku dibuat menyadari banyak hal disekelilingku. terutama hal-hal yang terkait dengan Down Syndrome.
tidak bisa di pungkiri bahwa banyak sekali persepi yang salah, serta kurangnya pemahaman tentang down syndrome di masyarakat kita. hal yang kemudian berdampak pada banyaknya perlakuan yang kurang simpatik terhadap orang-orang dengan DS. setidaknya ini yang ku lihat, dengar dan alami. ada yang mengira down syndrome ini adalah penyakit jiwa, seorang teman yang adalah mahasiswa peternakan, karena ketidak tahuan mengira seorang dengan DS yang ia temui adalah "orang Gila", hanya karena ia melihatnya berteriak keras. ada pula yang berpandangan bahwa DS adalah kutukan, hingga tak mau dekat-dekat karena takut ikut terkena. ada pula yang mengira itu penyakit menular sehingga sama sekali tidak mau berinteraksi. tak sedikit pula yang merasa takut pada orang dengan DS karena mereka dianggap mampu membahayakan orang lain. benar mereka "berbeda" dan "istimewa", tapi mereka tidak seperti apa yang orang kira. agar tidak salah sikap sebaiknya kita kenali apa sebenarnya down syndrome (DS) tersebut.
Down syndrome adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. jumlah kromoson manusia normal adalah 23 pasang, pada kasus DS, kromosom nomor 21 jumlahnya tidak sepasang seperti pada umumnya, melainkan tiga buah atau disebut dengan trisomy-21. Akibat jumlah kromosom 21 yang berlebihan tersebut, terjadi guncangan sistem metabolisme di sel yang berakibat munculnya DS. 
berdasarkan penelitian, tidak ada hubungan antara diet, konsumsi obat-obatan, status ekonomi, ras,atau gaya hidup. tidak pula dipengaruhi oleh faktor lingkungan ataupun prilaku orang tua. faktor usia orang tua dipandang memiliki pengaruh terhadap munculnya DS. menurut data, setiap 1000 kelahiran terdapat DS 1 kasus DS pada ibu yang melahirkan pada usia di bawah 30 tahun. sedangkan pada usia ibu 35 tahun, terdapat 1 kelahiran dengan DS dari 400 kelahiran.
|
RELATIONSHIP OF DOWN SYNDROME INCIDENCE TO MOTHERS’ AGE |
|
|
Mothers Age |
Incidence of Down Syndrome |
| Under 30 | Less than 1 in 1,000 |
| 30 | 1 in 900 |
| 35 | 1 in 400 |
| 36 | 1 in 300 |
| 37 | 1 in 230 |
| 38 | 1 in 180 |
| 39 | 1 in 135 |
| 40 | 1 in 105 |
| 42 | 1 in 60 |
| 44 | 1 in 35 |
| 46 | 1 in 20 |
| 48 | 1 in 16 |
| 49 | 1 in 12 |
|
Source: Hook, E.G., Lindsjo, A. Down Syndrome in Live Births by Single Year Maternal Ag |
|
bayi yang lahir dengan DS, biasanya mengalami beberapa masalah pada organ tubuhnya. 60 % penderita Ds, mengalami gangguan pendengaran. masalah penglihatan juga biasanya dialami pada usia awal kelahiran, bahkan sebanyak 3 % penderita DS mengalami kasus katarak. setengah dari penderita DS mengalami masalah jantung dan paru-paru. pada usia dewasa, dementia (kehialangan ingatan) adalah hal yang mungkin dialami.
sekalipun demikian, orang dengan Ds adapat dididik untuk hidup semi-mandiri. mengikuti sekolah formal, dapat bersosialisasi, bermain musik, dan banyak lagi. yang terpenting adalah penanganan sejak dini dan kesempatan bagi mereka untuk dapat hidup layaknya orang normal. di Indonesia sendiri masih sedikit sekali jumlah klinik yang melakukan terapi bagi anak-anak dengan Ds, masih terbatas di kota Besar.
setelah mengetahui apa itu down syndrome, selayaknya kita lebih bijak dalam bersikap terhadap mereka yang mengalami DS.
for more info about DS, klik aja link-link dibawah ini. semoga bermanfaat.
Persatuan Orang Tua anak dengan Down Syndrome
ds-health.com
fakta tentang Ds
ingin tahu lebih banyak tentang maslah genetik Ds? klik disini aja