You are looking at posts that were written in the month of October in the year 2008.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Sep | Nov » | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | ||
jangan salah sangka dulu sebelum baca isi blog ini. 2 hari ini tiba-tiba muncul keinginan buat belajar elektro. bukan belajar teori yang ribet dan gak aku suka. pengen belajar yang praktis-praktis saja, yang berguna untuk kehidupan sehari-hari. macam benerin alat-alat elektronik, mengatasai masalah konsleting, dan sejenisnya. yang gampang-gampang seperti pasang lampu, benerin Rol kabel atau ngeganti colokan alat-alat listrik siy masih bisa dikerjain sendiri. tapi kalau sudah alat-alat yang ribet yang rusak bagian dalamnya, nyerah, gak negrti apa-apa. apalagi kalau yang bermasalah adalah sambungan listrik, gak ngerti plus gak berani. sempat menyesal mengapa dulu saat SD tidak mengembangkan ketertarikan untuk otak-atik listrik yang sempat muncul, hanya gara-gara pernah denger orang meninggal karena kesetrum.
sekarang aku ngarsa butuh untuk ngerti listrik, gara-gara listrik kosan bermasalah terus, apalagi 2 hari ini. sungguh mengganggu aktifitas. lagi ngetik tiba-tiba ngejepret, lagi masak nasi ngejepret, lagi baca malem-malem juga ngejepret, belom lagi pompa air yang kalo dinyalain malah bikin ngejepret listrik sekosan, hasilnya susah air. Aa’ Poka (asisten Bapak Kos) yang biasanya ngebenerin kerusakan apa-apa di kosan, tidak bisa diandalakan. kerjaanya selalu gak beres. kalau ada kerusakan, atau masalah dengan listrik yang kita gak ngerti, lama banget datangnya, plus suka gak on time kalau sudah menjanjikan akan datang jam berapa. setelah datang juga lama sekali menganalisa dimana kerusakan dan masalah sebenarnya, padahal kita sudah sampaikan apa masalahnya, juga analisa kita, kira-kira dimana yang bermasalah, agar tak perlu lama mencari-cari. tapi dia jarang banget mo percaya, padahal analisa kita hampir 90% selalu benar. walhasil di obrak-abrik semua sambungan kabel di kosan mending ditempat yang rusak, tapi ini ditempat yang sama sekali tidak bermasalah. dan setelahnya tidak dibereskan dengan rapi. setelah ketemu dimana yang rusak, lama sekali waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki. kadang-kadang perbaikannya juga tidak tuntas, biasanya sebelum pergi, dia bilang sudah beres, ternyata setelah di coba oleh anak kosan, kembali lagi bermasalah, tidak jarang muncul masalah baru ditempat lain. jadi seperti gali lubang tutup lubang, begitu seterusnya. bukan menyelesaikan masalah, malah menunculkan masalah baru.
gara-gara itu aku jadi gemes banget, pengen ngerti cara-cara perbaikan listrik dan alat-alat elektronik. biar gak perlu manggil si Aa’ Poka yang gak jarang malah bikin kesel. atau gak perlu ke tukang reparasi, serasa bego banget kalo tahu ternyata alat listrik yang bermasalah hanya karena salah satu kabelnya putus atau karena masalah sepele lainnya. teman…. ada yang bisa bantu. kasih tutorial “perbaikan Listrik”.
ini adalah bebrapa potongan kisah yang terjadi idul fitri kemarin. khusus untuk postingan ini ku pilihkan kisah yang berhubungan dengan aku dan adikku. saking tiap hari kita bareng-bareng, bahkan saat berpegian pun.
kisah I
hari pertama Idul Fitri tahun ini, aku dan iyas ceritanya pengen terlihat kompak, jadilah kita pakai baju senada dan rok yang sama untuk silaturahim ke keluarga. saat berkunjung ke rumah Mbah Putri, ternyata budeku sudah datang bersama keluarga besarnya. saat budeku hendak pamit pulang, aku dan adikku berdiri bersebelhan melepas kepergian beluai adan keluarga. tiba-tiba bude berkata,”iyas karo nduk reni (panggilan kesayangan bwtku di rumah), mbasan gede mirip yo?”mbienlah pas cilik ora mirip, saiki pantes kakang adi”.(artinya : iyas dan nduk reni, setelah besar mirip ya? dulu saat masih kecil gak mirip, sekarang pantas kalau kakak beradik).
Aku dan adikku hanya sling lihat dan tersenyum bersama, he.he.
kisah ke II
Lebaran hari ke 3, seperti biasa bersama teman-teman SMA silaturahim ke bebrapa Guru SMA, sekalian reunian. saat berkunjung ke rumah Pak Suwarna, Guru Kimiaku saat kelas 3, beliau menyambut hangat kedatangan kami. hanya sempat ngobrol bebrapa saat dengan beliau dan inilah kutipan obrolanku dengan pak warna
Aku (A) : “maafkan lahir batin ya pak?”
pak Warna (PW) : “oh ya, sama-sama anggraeni, kapan datang dari bandung?”
A : “datang rabu kemarin pak”
PW : “Anggraeni kamu punya dik di SMAN 1 ya, perempuan?”
A : “iya pak ada, lulus tahun ini”
PW : (bengong dan nampak bingung)”bukannya masih kelas satu?, soalnya ada yang mirip banget sama kamu lho?”
A : (dalam hati muka gua pasaran banget ya), “adik saya cuma satu pak, perempuan dan sudah lulus kemarin sekarang di Unila”
PW : “lho, lha itu yang anak kelas satu mirip banget sama kamu itu siapa? bukannyaa adikmu yang lain?”
A : (sambil tersenyum) “wah gak tahu, adik saya cuma 1 pak.”
PW : “oalah.. Pantas pas saya tanya kemarin kakamu sudah pulang atau belom, yang saya tanya malah bengong, saya kira adikmu” (sambil tertawa)
usai ngobrol dengan pak warna, aku merasa de javu, 3 tahun lalu juga ada kejadian mirip dengan pak warna. settingnya sama saat lebaran ke 3. waktu itu pak wana juga menanyakana apakah aku punya adik di SMAN 1. pas sekali adikku memang baru masuk SMAN 1. kata beliau adikku ini mirip banget, tidak hanya fisik, tapi juga ngeyelnya. dalam hati sempat bingung, baru kali ini ada orang yang bilang aku mirip dengan adikku, belum sempat selesai gumaman dalam hati, pak warna bilang kalau bedanya adikku ini laki-laki. Hah????## terjawab sudah pertanyaan dalam hatiku, ternyata pak warna salah orang. setelah ku jelaskan, beliau masih terbingung-bingung berkata demikian, “jadi yang laki-laki itu adiknya siapa?” . dalam hati aku berkata “meneketehe pak!”. ternyata setelah 3 tahun berulang lagi kejadian itu. untungnya yang dikira adikku orangnya pinter dan aktif dan gak bandel, setidaknya sebelum identitas aslinya terkuak dan masih dianggapa adikku, aku yang diduga kakaknya tidak dipermalukan karena kelakuannya. he..he.
Kisah ke III
H +7 Idul Fitri, kutemani adikku ke kosannya di Kampung Baru, belakang Unila. rencananya dia bakal pindah kamar, jadi sekalian bantu-bantu ceritanya. dikamar yang lama adikku tinggal bersama seorang temannya Nurul, saat malam hari, kami ngobrol-ngobrol sambil menikmati kue-kue. tiba-tiba nurul bertanya,”Mbak kog bisa putih siy, diapain di Bandung sana?” (sekalipun sudah kujelaskan aku kuliah dijatinangor, tetep wae nurul ngeyel nyebut bandung), sambil melirik kearah adiku yang kulitnya memang lebih gelap dariku.
kujawab sekenanya sambil bercanda, “gak diapa-apain, emang putih dari sononya.” he..he..
nurul kembali berkata-kata, “oh.. aku kirain mbak kulit aslinya gak gitu, kayak iyas gitu deh warnanya. Kog bisa beda siy mbak? mbak ini beneran mbaknya iyaskan?”
aku dan iyas saling pandang dan tersenyum, sambil tersenyum adikku berkata, “udah biasa dibilang gak mirip. kamu tuh orang yang kesekian yang bilang begitu.”
nurul hanya terbengong-bengong dan tersipu malu sekaligus ngerasa gak enak ke adikku.
kisah ke IV
setelah menungggu hingga sore hari, ternyata kamar yang seharusnya bisa ditempati adikku belum siap. selain kotor dan berantatakn, ranjang dan lemarinya juga belum siap. akhirnya aku, iyas dan risa, sohibnya iyas, berencana pulang bareng sore itu. segera saja kami naik angkot mneuju Jl. Pramuka, seperti biasa, sudah ramai mahasiswa unila yang menunggu BIS ke arah Pringsewu. kebanyakan adalah mereka yang tidak kos. saat turun dari angkot, Risa langsung disapa sorang Cowok yang ternyata kakak kelasny saat SMA. tiba-tiba datang seorang cowok lain menghampiri kami dan menyapaku, ternyata ferdis adik kelasku di SMA. Setelah ngobrol beberapa saat, muncul lagi seorang perempuan menghampiri, yang ternyata juga adalah adik kelasku SMA. Rina, yang ternyata juga adalah putri teman SPG (sekolah Pendidikan Guru) Bapak. inilah petikan obrolanku dengan Rina
Rina : Mbak angger kan?
Aku : (bengong karena gak mengenali) “iya, mau pulang ya?”
R : “mbak pasti gak kenal aku, soalnya pas SMA menang aku gak terkenal. tapi aku kenal Mbak, soalnya bapak mbak dan ibuku kan temen SPG. aku sempat kerumah mbak lho pas mau reuni SPG kemarin sama ibu”
A : “oh… maaf ya kalo gak mengenali, habis adik kelas banyak banget siy, gak apal satu-persatu.”
R : “”gak papa mbak, aku juga pas SMA gak pernah keluar kelas kog, wajar kalo gak kenal. dari mana mbak?”
A : “dari Kampung baru, ke kosan adik. oh ya kenalkan ini adikku.”
R : (sambil mengulurkan tangan menyalami iyas dan risa). “adiknya mbak yang ini ya?” (menunjuk risa)
Aku, Iyas, dan Risa : (saling menatap dan tertawa bersama)
Iyas : langsung pasang Muka BeTe dan Kesel Abis
Risa : (dengan wajah tanpa dosa senyum-senyum memandang iyas)
A : “oh bukan, adikku yang satu lagi, kalau yang ini risa temennya iyas.”
R : “oh salah ya, kirain yang ini (sambil nunjuk risa), habis adiknya gak mirip siy mbak.” (sedikit terkejut dan berusaha menutupi rasa bersalah karena salah nunjuk orang).
A : “gak papa, dah biasa dibilang gak mirip.”
setelah semua kisah yang terjadi selma idul Fitri itu aku hanya bisa berkata, “Yes We Are (not) Twin sister”.
Berharap Hujan turun tepat dihari penanda kelahiranku.bukankah hujan tanda keberkahan? aku ingin berjuta berkah tercurah hari ini tidak hanya untukku tapi juga bagi seluruh dunia.
Terimakasih Ya Alloh Atas Segala Nikmat yang telah Kau limpahkan padaku.